CIREBON – Banjir di Cirebon merendam wilayah ujung timur Kabupaten Cirebon, khususnya Kecamatan Pasaleman dan Kecamatan Losari, Jumat (13/2/2026). Ketinggian air mencapai 1,5 meter hingga menenggelamkan permukiman warga dan memutus akses antar desa.
Banjir di sejumlah lokasi di Cirebon terjadi setelah Sungai Cisanggarung dan Sungai Cinangkelok meluap akibat hujan deras sejak Kamis (11/2/2026) malam. Air meluap deras ke kawasan permukiman dan menyebabkan ribuan warga terdampak.
Tiga desa terdampak paling parah yakni Desa Singkup, Desa Cilengkrang Girang, dan Desa Cilengkrang Induk. Air mulai masuk ke rumah warga sejak malam dan terus meningkat hingga pagi hari.
Seorang warga mengatakan banjir datang dengan sangat cepat. Air langsung masuk ke perkampungan dan masuk ke rumah warga setempat.
Awalnya sebagian warga bertahan di rumah masing-masing. Namun, naiknya debit air memaksa mereka mengungsi. Petugas gabungan mengevakuasi warga menggunakan perahu karet.
Kapolsek Waled, AKP Mochamad Fadhilirian, mengatakan petugas memprioritaskan evakuasi warga lanjut usia dan mereka yang tinggal di dekat tanggul sungai.
“Kami mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga, terutama lansia yang rumahnya dekat tanggul. Setelah dievakuasi, mereka langsung mendapat pengecekan kesehatan karena terjebak semalaman, dan alhamdulillah dalam kondisi sehat,” katanya.
Dinas Sosial Kabupaten Cirebon menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak di sejumlah titik pengungsian. (*)






