Batu Raksasa Masih Rawan Longsor

  • Bagikan
Tebing batu di Desa Bantarmangu Kecamatan Cimanggu, Cilacap rawan longsor. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Tebing batu raksasa yang sempat memutus akses jalan kabupaten dan menghubungkan Desa Cibalung dan Bantarmangu Kecamatan Cimanggu, Cilacap pada 5 Mei 2021, masih menyisakan ancaman. Tebing batu ini masih bisa runtuh sewaktu-waktu. Ancaman ini bertambah besar ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Masih bisa runtuh,” ujar Edi Purwanto, salah satu warga Desa Bantarmangu, Jumat (11/6/2021).

Dia mencontohkan, tebing yang ada di salah satu sisi. Batu ini menunjukkan semacam garis dan nampak tumpukan yang bisa meluncur deras ke bawah setiap saat. Garis ini memperlihatkan adanya retakan di tebing batu tersebut.

Jika hal ini terjadi, maka jalan akan kembali terutup dan menyulitkan warga setempat. Seperti yang terjadi pada 5 Mei 2021, menjelang lebaran lalu.

“Kalau runtuh jalan pasti tertutup lagi,” kata dia.

Kesulitan yang dialami warga bukan hanya karena akses tertutup. Namun karena membongkar batu besar bukan urusan mudah. Saat longsor lalu, armada alat berat tidak bisa dipakai membongkar batu karena sangat besar.

Alhasil, warga bekerja keras menggunakan peralatan seadanya untuk membongkar batu secara manual.

Kepala UPT Perawatan Jalan dan Jembatan Wilayah Majenang di Dinas PUPR Kabupaten Cilacap, Indra Krisdiyanto mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk mengatasi saat longsor Mei terjadi. Namun untuk langkah jangka panjang belum ada kabar terbaru.

Dia mengatakan hal ini harus ada pembahasan lebih lanjut dengan induk dinas di Kabupaten Cilacap.

“Kita coba usulkan ke dinas melalui (program) peningkatan jalan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras pada Rabu (5/5/2021) mengakibatkan jalan tertutup batu raksasa. Akibatnya, 2 desa di Kecamatan Cimanggu terputus total. (*)

  • Bagikan