News  

Beringin Alun-alun Terbakar. Ini Kronologi Versi Warga

Api membakar beringin alun-alun Majenang, Jumat (10/11/2023). Warga memberikan penjelasan terkait kronologi beringin alun-alun di Majenang itu terbakar. (haryadi nuryadin/bercahaya news.com)

CILACAP – Kronologi resmi dari Pemadam Kebakaran terkait beringin alun-alun terbakar, memang belum ada. Hanya saja, masyarakat dan sejumlah saksi melihat secara jelas dan menceritakan kepada media secara detail.

Pohon beringin yang ada di alun-alun Majenang, tiba-tiba terbakar pada Jumat (20/10/2023) siang. Api membakar bagian bawah dan tengah pohon yang menjadi simbol pusat pemerintahan tersebut.

Api pertama kali muncul sekitar pukul 14.00. Saat itu warga dan sejumlah PKL melihat ada kepulan asap tipis dari dalam pohon beringin di alun-alun Majenang. Sontak warga lalu mengambil air dari selokan menggunakan ember.

Upaya warga ini gagal memadamkan api. Justru, api terus membesar dan merambat ke bagian atas pohon beringin di alun-alun Majenang tersebut. Lalu para pedagang menyingkir sembari menyelamatkan gerobag dan peralatan dagang masing-masing.

Salah satu saksi mata, Jemu menceritakan kronologi beringin alun-alun Majenang yang terbakar. Dia mengaku sempat melihat ada 2 orang duduk di sisi timur pohon beringin. Di saat bersamaan, dia melihat kepulan asap dari dalam pohon beringin tersebut.

“Saya tanya ke mereka, apa kamu merokok. Mereka jawab tidak. Tapi setelah melihat ada api, mereka langsung pergi,” katanya.

Dia mengatakan, para PKL di alun-alun langsung berupaya melakukan pemadaman. Caranya dengan menggunakan ember untuk mengambil air dari selokan. Lalu mereka beramai-ramai mencoba memadamkan api. Beberapa pedagang juga nampak menyingkir dan menyelamatkan gerobag dagangan masing-masing.

“Saya dan bapak ini (PKL) siram pakai ember. Tapi api malah tambah gede,” ujar Jemu.

Fathursurur, salah satu PKL di alun-alun menambahkan, api sempat kembali berkobar menjelang waktu sholat maghrib. Regu Pemadam Kebakaran dari Pos Majenang kembali ke lokasi. Sekitar pukul 19.30, api sudah bisa dikuasai.

“Sekarang sudah selesai. Tadi sebelum maghrib api kembali berkobar,” katanya. (*)