Bupati Banyumas Minta Maaf ke Bupati Cilacap. Ada Apa?

  • Bagikan
Tangkapan layar video di instagram milik Bupati Banyumas Ir Achmad Husein. Dia meminta maaf kepada Bupati Cilacap secara langsung karena tersinggung dengan kebijakan ASN Banyumas domisili Cilacap untuk bekerja dari rumah. (doc)

BANYUMAS – Bupati Banyumas, Achmad Husein Jumat (28/5/2021) melontarkan permintaan maaf kepada Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji. Ucapan ini disampaikan karena ada kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas dan telah menyinggung banyak pihak, terkait pembatasan pergerakan warga dan juga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sudah disampaikan sebelumnya kepada sejumlah awak media.

Hal ini diungkapkan oleh Achmad Husein melalui akun instagram miliknya @ir_achmadhusein.

“Mohon maaf juga kepada Bapak Bupati Cilacap, Bapak Tatto Pamuji, minta maaf. Dan pangapurane kang, pada-pada njaga masyarakate, matur nuwun,” ujar Achmad Husein.

Permintaan maaf juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cilacap karena menurutnya, sudah muncul rasa tersinggung atas pernyataannya sebelumnya. Dia juga berpesan agar semua pihak untuk berhati-hati dan memohon perlindungan kepada Alloh SWT.

“Juga kepada warga Cilacap, kita sama-sama hati-hati,” kata dia.

Dalam video berdurasi 4.52 ini, Bupati Banyumas menjelaskan 3 langkah kebijakan yang sudah diambil pemerintah setempat. Pertama adalah menginstruksikan agar semua ASN Banyumas yang berdomisili di Cilacap untuk bekerja dari rumah atau WFH. Sementara ASN Cilacap domisili di Banyumas, nantinya menunggu kebijakan Bupati Cilacap lebih lanjut.

“Untuk warga masyarakat umum, kami mohon saja untuk mengurangi pergerakan di wilayah perbatasan,” katanya.

Kebijakan ini, lanjutnya bersifat sementara sampai kemudian ada kepastian lebih lanjut. Termasuk adanya kebijakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI atau Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covi19.

“Ini bersifat sementara, sambil kita nunggu adanya kepastian,” kata dia.

Dasar dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyumas ini diambil karena perkembangan kondisi penularan Covid19 di Jawa Tengah. Seperti kondisi di Kabupaten Kudus yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Demikian juga dengan muncunlya varian baru yang dibawa Anak Buah Kapal (ABK) Filipina, yang dikenal dengan varian India.

Apalagi, informasi yang dia terima dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, varian baru ini tergolong lebih cepat menyebar.

“Walaupun situasi di (Kabupaten) Banyumas terhadap pandemi (Covid) 19 relatif cukup terkendali, namun karena situasi dan kondisi yang terjadi di rata-rata Jawa Tengah adalah meningkat. Termasuk munculnya fenomena varian baru yakni B 1617.2 di tetangga kita yang kita cintai, yakni Cilacap,” ujarnya.

Tak lupa Achmad Husein meminta agar semua pihak tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Warga juga diminta berhati-hati agar tetap bisa menjaga kesehtan dan kondisi masing-masing.

“Warga tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji melarang warganya untuk bepergian ke wilayah Kabupaten Banyumas. Apalagi jika mereka hanya ingin berbelanja atau pergi ke tempat wisata.

Hal ini disampaikan Tatto karena Cilacap saat ini sedang ada varian baru virus Covid19 yang dibawa Anak Buah Kapal (ABK) Filipina. Varian B 1617.2 ini diduga mulai menular ke tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD Cilacap dan kini tengah menjalani isolasi terpusat di RS Priscilla.

Dilansir dari youtube chanel JNTV Newsjateng, bupati terang-terangan melarang ASN dan warganya untuk berbelanja ke Purwokerto.

“Nanti saya menghimbau, ASN jangan belanja ke Purwokerto. Warga juga janganlah ke sana,” ujar Tatto, Kamis (27/5/2021).

Dia mengaku sudah mengetahui adanya larangan bagi ASN Cilacap untuk masuk ke Banyumas. Sebaliknya, ASN Cilacap yang berdomisili di Banyumas diminta tetap di rumah masing-masing. Ide ini ditanggapi serius dan dinilai sangat baik.

“Jadi sesuai dengan himbauan dari Bupati Banyumas, Bapak Ir Ahmad Husein. Jadi, pak bupati Banyumas menghimbau, ini saya setuju. Karena dengan adanya cluster baru B 1617.2, yakni dengan adanya ABK Filipina yang datang ke Cilacap, semuanya prihatin. Tapi kita semua bekerja, bekerja dan bekerja untuk tetap sehat,” kata dia. (*)

  • Bagikan