News  

Bupati “Obok-Obok” Jabatan Kepala Dinas

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyaksikan salah satu pejabat terlantik menandatangani berita acara pelantikan, Jumat (5/8/2022). Bupati melakukan rotasi dan promosi jabatan terhadap sejumlah kepala dinas dan pejabat terkait. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji “obok-obok” sejumlah jabatan dengan merotasi para kepala dinas, Jumat (5/8/2022). Selain itu juga, bupati juga melantik sejumlah pejabat baru. Total ada 307 pejabat yang mengikuti pelantikan. Mulai dari pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas serta jabatan fungsional.

Dalam pelantikan ini ada promosi dan rotasi sejumlah pejabat. Mohamad Wijaya dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Lalu Supriyanto yang kemudian mengisi kekosongan di dinas tersebut.

Jabatan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan selanjutnya diisi oleh Achmad Fauzi menggantikan Supriyanto yang masuk ke Dinas Komunikasi dan Informasi. Lalu ada Warsono, dari Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah mengisi jabatan yang posisi Achmad Fauzi. Budi Santoso lalu mengisi jabatan Warsono di Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah.

Selain itu Bupati juga merotasi sejumlah Camat. Aji Pramono mengisi Camat Majenang sebelumnya yakni Zulkarnain Iskandar beralih sebagai Kabag Perekonomian Setda Cilacap. Wawan Mardiono menjadi Camat Dayeuhluhur mengantikan Aji Pramono. Juga posisi Camat Wanareja kini ada di bawah kendali Irwan Arianto. Dia menggantikan M Najib.

Camat Nusawungu dijabat oleh Misran, Camat Cilacap Selatan Basuki Priyo Nugroho, Camat Kesugihan Cardian Galih Wicaksono, Camat Sidareja Nugroho Slamet Santosa dan Camat Kedungreja Agung Wibowo.

Bupati Cilacap mengatakan, langkah “obok-obok” jabatan kepala dinas bisa menjadi sarana penyegaran. Terutama bagi sebagian kepala dinas yang sudah lama.

“Ini bagian dari penyegaran, menambah semangat kerja karena sudah lama di tempat itu,” katanya.

Dia memastikan, rotasi jabatan ini bukan karena ada kesalahan dari pejabat tertentu hingga harus pindah posisi. Justru dia melihat para pejabat ini sudah bekerja dengan baik, penuh semangat dan menjaga profesionalitas.

“Bukan karena punishment. Semua sudah bekerja dengan baik,” tegasnya. (*)