PATI – Bupati Pati ke tiba-tiba kunjungi Posko Donasi milik Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Jumat (8/8/2025) malam. Kedatangannya membuat warga dan anggota aliansi merasa geram hingga nyaris ricuh. Mereka meneriaki Bupati Pati, Sudewo saat sampai di posko donasi yang berada di depan kantor bupati. Sejumlah orang meneriakan kata “lengser” dan pertanyaan keras dari warga yang hadir.
Ketegangan memuncak ketika teriakan “lengserkan bupati” dan lemparan botol air mineral ke arah Sudewo. Lemparan tidak mengenai sasaran, namun memanaskan suasana di tengah kerumunan.
Ratusan massa pendukung aksi 13 Agustus berkumpul untuk memprotes kebijakan kenaikan PBB-P2 dan pemberlakuan lima hari sekolah. Mereka juga mempersoalkan penggunaan slogan “Pati Mutiara” yang melanggar slogan resmi daerah, “Pati Bumi Mina Tani.”
Saat berada di Posko Donasi, Bupati Pati Sudewo menegaskan kembali pembatalan kenaikan PBB-P2. Sekaligus mengumumkan pengembalian sistem sekolah menjadi enam hari.
Dia juga berharap agar situasi di Kabupaten Pati tetap aman. Apalagi berdekatan dengan puncak peringatan HUT RI ke 80. Dia juga mengajak aksi demo pada 13 Agustus nanti berubah menjadi aksi damai berupa tasyakuran.
“Kami ingin situasi aman,” ujarnya.
Koordinator Penggalangan Donasi, Supriyono, berbicara berbeda. Dia memastikan sudah bertemu dengan Bupati Pati saat ke Posko Donasi.
“Saya sampaikan ke pak Bupati, selamat bertemu di tanggal 13 Agustus untuk menemui kami yang sudah diundang pak Sudewo,” katanya.
Kelompok lainnya juga menyuarakan hal serupa dan membantah perubahan aksi demo menjadi aksi damai. Karena keputusan ini hanya sepihak dan antara bupati dengan segelintir kelompok, yang justru selama ini tidak pernah terlihat di posko donasi. (*)






