Bupati Perintahkan Lock Down RT Zona Merah

  • Bagikan
RT yang masuk zona merah akan di-lockdown dan pembatasan kegiatan masyarakat diperketat. (doc)

CILACAP – Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji memerintahkan untuk menutup total atau lockdown tiap RT yang masuk zona merah. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran lebih luas kasus Covid19 di Kabupaten Cilacap.

Menurut Bupati, lockdown di tingkat RT ini akan mendapatkan pengawasan dari berbagai pihak keamanan bersama Satgas Covid19 di semua tingkatan. Dari tingkat kabupaten sampai dengan desa.

“Saya tegaskan, untuk lockdown semua RT yang kena zona merah,” kata Tatto.

Dia mengatakan, penutupan total ini dilakukan agar tidak ada penyebaran kasus Covid19 di wilayah tersebut. Termasuk untuk menghindari penyebaran ke luar wilayah RT.

“Biar tidak mambrah-mabrah. Ini penting,” kata dia.

Tatto menambahkan, pelaksanaan lockdwon RT ini akan mendapatkan pengawasan petugas keamanan. Pihaknya meminta dukungan pengamanan dari petugas TNI dan Polri di Kabupaten Cilacap. Selain itu, dia memerintahkan agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dilibatkan dalam pengamanan.

“Kerja sama dengan TNI Polri. Juga ada Satpol PP dan linmas jaga lockdown,” kata dia.

Menurutnya, sudah ada 3 kecamatan yang melakukan lockdown sampai tingkat RT. Dia menyebutkan Kecamatan Cimanggu, Sampang dan Maos.

Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi menambahkan, dalam PPKM mikro ini akan memanfaatkan isolasi terpusat di tingkat kecamatan. Saat ini, seluruh kecamatan sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada.

“Isolasi bagi desa dan RT di zona merah, kita tarik ke fasilitas di kecamatan,” tegasnya.

Sesuai dengan Instruksi Dalam Negeri nomor 6 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro melarang adanya kegiatan sosial, penutupan tempat ibadah dan fasilitas sosial lainnya. Kegiatan keluar masuk warga dibatasi saampai dengan pukul 20.00.

Seperti diketahui, Kabupaten Cilacap ditetapkan masuk zona merah bersama 25 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Hal ini membuat pembatasan kegiatan masyarakat dibatasi dan adanya sejumlah larangan untuk kegiatan bersifat pengumpulan massa yang berpotensi menimbulkan penyebaran Covid19. (*)

  • Bagikan