News  

Buruh Sodomi Remaja Sampai 5 Kali

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo SIK menunjukkan barang bukti perilaku sodomi saat ungkap kasus, Senin (7/2/2022). Pelaku sodomi adalah buruh dengan korban seorang remaja. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Seorang buruh melakukan aksi tidak terpuji dengan sodomi anak remaja sampai 5 kali. Aksi bejat ini dia lakukan sejak 2019 lalu terhadap korban yang masih tetangga pelaku berinisial S (30).

Sodomi atau perilaku seksual sesama jenis ini memakan korban anak remaja berusia 15 tahun di Kecamatan Cipari, Cilacap. Korban mengalami luka fisik dan kondisi psikologisnya mengalami gangguan.

Aksi pelaku terhenti setelah tertangkap basah oleh orang tua korban pada 30 Desember 2021 lalu. Malam itu, orang tua korban melihat dengan mata kepala sendiri pelaku tengah menggagahi anaknya di kamar mandi.

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo SIK menjelaskan, aksi pelaku tertangkap basah orang tua korban di dalam kamar mandi. Sebelumnya, orang tua korban curiga karena pelaku masih berada di rumah korban sampai jam 12 malam.

“Orang tua curiga, kenapa sudah larut malam pelaku masih ada di rumahnya,” kata Wakapolres saat ungkap kasus di Polres Cilacap, Senin (7/2/2022).

Menurutnya, orang tua korban lalu masuk kamar tidur usai menegur pelaku. Namun mereka segera kaget mendengar suara benturan dari dalam kamar mandi.

Orang tua korban langsung mendobrak pintu kamar mandi dan melihat buruh ini tengah melakukan sodomi terhadap anaknya yang masih remaja.

“Mereka melihat pelaku dan korban ada di kamar mandi,” kata dia.

Orang tua korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke petugas. Pelaku tak bisa mengelak karena tertangkap basah. Dia juga langsung berhadapan dengan petugas penyidik untuk memberikan keterangan.

Wakapolres menambahkan, buruh ini sudah men-sodomi remaja tersebut sampai 5 kali dan terjadi sejak 2019 lalu. Pelaku juga sempat mengancam korban agar tidak melaporkan kepada siapapun.

“Pelaku juga diiming-imingi uang 5 ribu,” katanya.

Petugas sudah memintakan visum atas kondisi korban guna mendukung proses penyidikan. Korban mengalami luka fisik dan gangguan psikis.

“Kita sudah mintakan visum,” tegasnya.

Atas tindakannya, pelaku terancam mendekam selama 15 tahun penjara karena melanggar Undang Undang Perlindungan Anak pasal 82. (*)