Cegah Virus Covid19 Varian India Menyebar, Bupati Cilacap Larang ASN dan Warganya Ke Banyumas

  • Bagikan
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, melarang warga dan ASN ke Banyumas guna menghindari penyebaran Covid19 setelah adanya varian baru masuk Cilacap yang dibawa ABK Filipina. (doc)

CILACAP – Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji melarang warganya untuk bepergian ke wilayah Kabupaten Banyumas. Apalagi jika mereka hanya ingin berbelanja atau pergi ke tempat wisata.

Hal ini disampaikan Tatto karena Cilacap saat ini sedang ada varian baru virus Covid19 yang dibawa Anak Buah Kapal (ABK) Filipina. Varian B 1617.2 ini diduga mulai menular ke tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD Cilacap dan kini tengah menjalani isolasi terpusat di RS Priscilla.

Dilansir dari youtube chanel JNTV Newsjateng, bupati terang-terangan melarang ASN dan warganya untuk berbelanja ke Purwokerto.

“Nanti saya menghimbau, ASN jangan belanja ke Purwokerto. Warga juga janganlah ke sana,” ujar Tatto, Kamis (27/5/2021).

Dia mengaku sudah mengetahui adanya larangan bagi ASN Cilacap untuk masuk ke Banyumas. Sebaliknya, ASN Cilacap yang berdomisili di Banyumas diminta tetap di rumah masing-masing. Ide ini ditanggapi serius dan dinilai sangat baik.

“Jadi sesuai dengan himbauan dari Bupati Banyumas, Bapak Ir Ahmad Husein. Jadi, pak bupati Banyumas menghimbau, ini saya setuju. Karena dengan adanya cluster baru B 1617.2, yakni dengan gadanya ABK Filipina yang datang ke Cilacp, semuanya prihatin. Tapi kita semua bekerja, bekerja dan bekerja untuk tetap sehat,” kata dia.

“Himbuan dari Bupati Banyumas, ASN yang dari Cilacap tidak boleh ke Banyumas. Yang Banyumas pun untuk tetap di Banyumas, jangan ke Cilacap, jadi saya setuju. Pa Husein himbauannya luar biasa,” ujar Tatto kembali.

Tatto menambahkan, kepergian warga Cilacap ke Banyumas bukan menjadi hal wajib jika ingin belanja atau ke obyek wisata. Ini karena wilayah Cilacap sangat beragam, baik dari segi geografis sampai budaya yang sangat heterogen karena ada percampuran Jawa dengan Sunda.

“Cilacap sangat heterogen. Semua ada, kuliner ada. Tempat wisata, hiburan dan mal-mal juga ada,” kata Tatto.

Menurutnya, langkah yang terpenting sekarang ini dilakukan semua pihak adalah tetap menjaga protokol kesehatan. Mulai dari rajin mencuci tangan, selalu menggenakan masker hingga jaga jarak. Ditambah dengan menjaga pola hidup sehat seperti berolah raga secara rutin, tidur teratur dan makan makanan bergizi seimbang.

“Jadi polisi bagi dirinya sendiri dan keluarganya sendiri. Jaga prokes dengan pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf menanggapi kalau statemen Tatto dalam kontek guyon terkait himbauan Bupati Banyumas.

“Itu guyonannya pak Bupati Cilacap untuk nanggapi larangan keluar masuk Cilacap. (Statemen ini) Nanggapi (himbauan) Bupati Banyumas,” ujar Farid, Kamis (27/5/2021). (*)

  • Bagikan