Cilacap Dapat Tambahan 150 TT. Dari Rumah Sakit Swasta

  • Bagikan
13 rumah sakit di Cilacap siap menambah tempat tidur untuk perawatan pasien Covid19. (doc)

CILACAP – Ancaman Bupati Cilacap yang akan mencabut ijin rumah sakit swasta jika menolak memberikan dukungan berupa tambahan tempat tidur untuk pasien Covid19, memberi efek positif. Seluruh rumah sakit swasta di sana memberikan jawaban dan kesediaan untuk menambah ruang perawatan pasien Covid19.

“Saya ucapkan terima kasih karena ternyata semua antusias dan siap menambah tempat tidur untuk pasien Covid19,” ujar Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Kamis (15/7/2021).

Dia mengatakan, saat ini ada tambahan 150 tempat tidur dari 13 rumah sakit pemerintah dan swasta yang ada di Kabupaten Cilacap. Diharapkan tambahan ini akan memastikan pasien bisa dilayani dan mendapatkan perawatan standar.

“Dari 13 rumah sakit,” kata dia.

Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah kepatuhan warga untuk mematuhi PPKM Darurat dan menerapkan prokes. Jika mereka masih tetap “ngeyel”, justru masalah tidak akan selesai. Yang terjadi kemudian adalah penambahan kasus Covid19 dan berujung peningkatan pasien meninggal.

“Ngeyel ini sudah jadi penyakit. Kalau ngeyel, kasus akan naik dan jumlah orang meninggal pasti akan ikut naik,” kata Tatto.

Di tempat yang sama, Sekda Cilacap Farid Ma’ruf menyebut ada 14 rumah sakit pemerintah dan swasta yang sudah siap untuk menambah tempat tidur. Seperti RSUD Cilacap dan Majenang yang sudah memastikan menambah tempat tidur. Demikian juga dengan 11 rumah sakit swasta lainnya.

“Pertamina, Agisna, Raffa, Santa Maria dan lainnya. Total 150 tambahan tempat tidur. Tadinya saya targetkan 109, tapi ternyata bisa 150,” katanya.

Dan pekan depan, Forkompinda akan melakukan pengecekan terhadap kesiapan seluruh rumah sakit tersebut untuk menambah tempat tidur. Diagendakan pengecekan akan dilakukan oleh Kapolres bersama Kajari Cilacap pada Senin (19/7/2021).

“Berlaku efektif Senin dan akan ada pengecekan,” tegasnya. (*)

  • Bagikan