Cilacap Kehabisan Sinovac. Sekda : Puskesmas Ngangur

  • Bagikan
Vaksinasi Merdeka Candi bagi warga Cilacap menggunakan Astrazeneca karena Sinovac sudah habis. Hal ini membuat puskesmas belum bisa melayani vaksinasi dosis kedua, terutama bagi warga yang sudah menggunakan Sinovac pada dosis pertama. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Ditengah percepatan vaksinasi di seluruh negeri, ternyata tidak sebanding dengan stok vaksin di daerah. Vaksin Sinovac telah habis dipakai untuk diberikan kepada warga masyarakat.

Salah satu daerah yang sudah kehabisan stok Sinovac adalah Kabupaten Cilacap. Wilayah paling barat di sisi selatan Jawa Tengah ini mengaku harus menunggu adanya vaksin terbaru.

Hingga dipastikan, warga harus menunggu lebih lama sampai Sinovac ada di Cilacap. Terutama warga yang sudah divaksin dosis pertama menggunakan Sinovac karena dosis kedua harus menggunakan jenis yang sama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf mengatakan, saat ini stok Sinovac di sana sudah habis dipakai. Hingga vaksinasi dosis ke dua bagi warga terpaksa tertunda.

“Vaksin Sinovac sudah habis. Seharusnya mulai besok tanggal 10 (Juli 2021), kita seharusnya sudah mulai memberikan vaksin dosis ke dua. Tapi tidak bisa karena sudah habis. Tadi (saat rakor) ada rekomendasi dari dinas provinsi bisa diundur, seminggu atau dua minggu tidak ada pengaruh,” ujarnya usai mengikuti rakor dengan Gubernur Jawa Tengah melalui video confrence, Senin (9/8/2021).

Karena itu, pihaknya sudah meminta tambahan kuota ke Dinas Provinsi. Karena kuota sebanyak 304 ribu sudah dipakai semua. Yakni untuk vaksinasi dosis tahap pertama sebanyak 180 ribu. Selain itu juga dipakai untuk dosis kedua sebanyak 120 ribu.

Hingga saat ini, pihaknya hanya bisa menunggu adanya kuota tambahan dari Dinas Provinsi. Termasuk mengambil langkah persiapan menuju vaksinasi dosis ke dua bagi warga setempat. Hal ini mengakibatkan petugas puskesmas di Cilacap tidak bisa memberikan pelayanan terutama vaksinasi bagi warga.

“Tidak ada persiapan. Petugas puskesmas juga nganggur, tidak bisa memvaksin. Persiapan hanya ambil di Semarang,” kata dia.

Karena itulah, dia kembali menegaskan sudah meminta tambahan kuota bagi Kabupaten Cilacap. Karena selama ini pembagian sama di tiap kabupaten hingga kurang berimbang sesuai dengan jumlah penduduk. Dicontohkan kebutuhan vaksin antara Solotiga yang jumlah penduduknya kalah jauh dengan Kabupaten Cilacap.

“Solotiga yang hanya seper berapa Cilacap, jumlahnya sama,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griyana Dewi memastikan, saat ini masih tersedia vaksin Astrazeneca. Vaksin tersebut tengah dipakai untuk program Vaksinasi Merdeka Candi yang digelar Polres Cilacap di seluruh wilayah.

“Sekarang yang ada vaksin Astrazeneca. Hanya saja, yang sudah pernah disuntik Sinovac, dosis kedua ya harus Sinovac lagi,” kata dia.

Dia menambahkan, bagi warga yang divaksin Astrazeneca pada dosis pertama, harus menunggu lebih lama. Karena jeda untuk kedua selama 3 bulan. Selain itu, vaksinya juga harus sama yakni Astrazeneca.

“Ya Astrazeneca lagi. Jedanya 3 bulan baru disuntikan dosis ke dua,” tegasnya. (*)

  • Bagikan