News  

Cilacap Penuh Kampung Pancasila

Anggota DPR RI bersama pejabat Pemerintah Kabupaten dan Kodim Cilacap melakukan pencanangan Kampung Pancasila, Selasa (31/5/2022). Seluruh kecamatan di Kabupaten Cilacap sudah memiliki Kampung Pancasila. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Kabupaten Cilacap sudah penuh dengan Kampung Pancasila, sebuah program dari pemerintah pusat melalui TNI AD. Saat ini, seluruh desa di 24 kecamatan di Cilacap sudah menjadi Kampung Pancasila.

Kecamatan Majenang menjadi yang terakhir memiliki Kampung Pancasila. Ini terlihat dari peresmian Desa Salebu sebagai Kampung Pancasila, Selasa (31/5/2022).

Pasiter Kodim Cilacap, Kapten Saidin memastikan seluruh Koramil atau kecamatan sudah ada kampung tersebut.

“Dan Majenang ini yang terakhir,” ujar dia.

Menurutnya, program dari pemerintah pusat melalui Mabes TNI tersebut bukan tanpa alasan. Namun karena mempertimbangkan banyak faktor. Termasuk menurunnya pemahaman masyarakat akan dasar dan ideologi negara.

“Saya ada bukti. Anak tetangga saya minta diajari lagu kebangsaan,” kata dia.

Dia lalu meminta agar semua pihak bisa meluangkan waktu mengajari nilai-nilai luhur Pancasila kepada anak. Termasuk guru dan tenaga pendidik. Caranya dengan memberikan wawasan kebangsaan, nilai tradisi, ideologi dan Pancasila kepada peserta didik.

“Cukup 10 menit tiap hari. Agar anak-anak kita bisa tetap mengenal Pancasila,” kata dia.

Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih menambahkan, pembelajaran on line selama pandemi membawa dampak besar terhadap pembentukan karakter kebangsaan. Hingga mereka jarang sekali hafal ataupun paham akan Lagu Kebangsaan, lambang negara dan lainnya.

Untuk itu dia meminta agar pendidikan kebangsaan ini kembali diajarkan. Tidak hanya oleh sekolah, namun juga orang tua dan lingkungan.

“Tiga sisi ini harus satu suara. Orang tua dan guru mengajarkan, lingkungan memberikan contoh. Nah inilah fungsi dari Kampung Pancasila,” kata dia.

Dia menambahkan, pencanangan Kampung Pancasila ini bukan berhenti tanpa ada langkah selanjutnya. Namun masyarakat bisa meneruskan dengan tetap menjaga nilai luhur Pancasila. Seperti menjaga toleransi antar umat beragama atau mempertahankan adat setempat.

“Contoh paling gampang kan kerja bakti,” tegasnya. (*)