Cilacap Siapkan Centre Billing Untuk Retribusi

  • Bagikan
Retribusi dari uji kendaraan milik Dishub akan terkoneksi dengan centre billing di DPPKAD Cilacap. Demikian juga dengan OPD pengampu retribusi lainnya. Saat ini aplikasi tersebut mulai dipersiapkan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Cilacap, tengah mempersiapkan pusat data penarikan pajak dan retribusi secara real time online. Nantinya, pusat data ini menghimbun seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang melakukan penarikan retribusi atau pajak. Dengan data tersentral ini, maka pemerintah akan lebih mudah melakukan pemantauan, pengawasan hingga melakukan evaluasi secara cepat.

Kepala BPPKAD Kabupaten Cilacap, Ahmad Fauzi mengatakan, sistim ini akan melibatkan berbagai OPD dan bank pemerintah. Pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Bank Jateng sebagai bank pemerintah untuk menyiapkan sistim pendukung.

“Ke depan semua jenis pajak retribusi akan terelektrivikasi. Namanya e-PAD,” ujar Ahmad Fauzi.

Dia mengatakan, central billing ini akan mengumpulkan seluruh e-billing dari berbagai OPD. Seperti e-pasar milik Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DPKUKM), atau e-KIR yang ada di Dinas Perhubungan. Nantinya seluruh aplikasi ini akan terhubung ke central billing yang ada di DPPKAD.

“Kita nanti punya dashboard bisa lihat semuanya. Selama ini kita harus ke OPD terkait. Misal e-pasar. Kita harus ke sana (DPKUKM),” kata dia.

Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Cilacap. Dinas ini akan menyiapkan aplikasi central billing. Nantinya central billing ini bisa diakses menggunakan telepon pintar hingga DPPKAD bisa memantau kapanpun dan dimanapun. Persiapan lain juga sudah digelar yakni menyusun peraturan bupati tentang digitalisasi yang terintegrasi.

Dengan aplikasi ini, pemerintah punya kemudahan untuk memantau pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari data ini bisa dilakukan evaluasi dan pengambilan langkah tepat untuk bisa percepatan pencapaian target atau membuat solusi jika ada kendala.

Bagi masyarakat, akan lebih mudah karena pelayanan bisa dilakukan melalui telepon pintar dan tidak perlu datang ke kantor. Misalnya saat membayar retribusi sampah atau lainnya.

“Itu cita-cita ke depan. Mulai tahun ini ada perbup digitalisasi terintegrasi dan sudah mulai dibahas, penyiapan bank dan aplikasinya,” tegasnya. (*)

  • Bagikan