Bisnis  

Danantara Siap Investasi di Yordania Usai Teken MoU

Danantara dan Jordania Investment Fund teken kesepakatan kerja sama. Dengan MoU ini, Danantara siap untuk investasi di Jordania. (doc/danantara)

AMAN – Danantara siap untuk melakukan investasi di Yordania setelah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Jordan Investment Fund (JIF) di Amman, Kamis (11/12/2025). Melalui Danantara Investment Management (DIM), Danantara membuka tahap penjajakan investasi strategis di berbagai sektor prioritas Kerajaan Hashemite Yordania.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, dan CEO Jordan Investment Fund menandatangani MoU tersebut. Turut hadir dan menyaksikan penandatangan ini adalah CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani. Demikian juga dengan Menteri Investasi Yordania Dr Tareq Abu Ghazaleh.

MoU ini mencakup kerja sama dalam identifikasi proyek pengembangan strategis di Yordania. Lalu penyelarasan tujuan investasi, serta pelaksanaan studi kelayakan mendalam. Dengan begitu, tiap investasi Danantara di Yordania membawa nilai ekonomi dan dampak jangka panjang.

Danantara dan JIF sepakat untuk menggali peluang investasi bersama di sektor infrastruktur, pengembangan perkotaan dan transportasi. Juga di sektor transisi energi, proyek digital dan berbasis teknologi. Kedua institusi juga memulai kerja sama dalam pengembangan proyek, penyusunan struktur investasi, dan pertukaran pengetahuan kelembagaan.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, Danantara sudah siap untuk melakukan investasi di Yordania.

“Penandatanganan hari ini menjadi tonggak penting bagi hubungan kedua negara. Danantara siap bekerja bersama Jordan Investment Fund untuk mengidentifikasi proyek strategis yang memberi nilai jangka panjang,” ujarnya.

Rosan menambahkan, stabilitas iklim investasi Yordania menjadi faktor penting. Hingga Danantara merasa yakin dan siap untuk melakukan investasi di Yordania.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai awal dari keterlibatan multi-fase yang lebih luas, yang akan membuka area pertumbuhan baru bagi kedua negara,” katanya.

“Perjanjian ini bukan tujuan akhir, melainkan titik awal dari keterlibatan strategis yang akan terus tumbuh dalam skala dan signifikansi,” ujarnya.

Menteri Investasi Yordania Dr Tareq Abu Ghazaleh menyatakan, inisiatif tersebut sejalan dengan arahan Raja Abdullah II setelah kunjungannya ke Indonesia. Juga dengan keunggulan strategis Yordania, mulai dari sumber daya manusia terampil hingga lingkungan regulasi yang mendukung. (*)