JAKARTA – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memberikan undangan kepada untuk Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Undangan ini dia berikan saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada 28 Mei 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Macron membahas berbagai hal dengan Prabowo di Istana Merdeka. Prabowo akan menghadiri hari besar di Prancis, yakni Bastille Day yang jatuh pada 14 Juli.
Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia usai insiden perang udara antara Pakistan dan India. Dalam insiden tersebut Rafale milik India rontok usai terjangan J-10 produksi China dari kubu AU Pakistan. Kejadian ini tentu merusak citra Rafale sebagai pesawat tempur generasi 4,5 dengan kecepatan mach 1,8.
Harapan Macron agar Prabowo mau hadiri undangan ini, terlihat dari postingannya di instagram. Nampak ada video yang memperlihatkan sambutan anak sekolah, ketika Macron tiba di Jakarta. Di video ini juga ada tulisan tentang undangan untuk Prabowo menjadi Tamu Kehormatan pada acara tersebut.
Namun, Prabowo masih cuek dan belum tentu bisa memenuhi undangan Macron untuk datang ke Prancis. Meski saat ini, Prabowo tengah menjalani rangkaian lawatan ke Arab Saudi dan berlanjut ke Brasil. Di negeri Samba ini, Prabowo akan mengikuti pertemuan dengan seluruh anggota BRICS.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, Prabowo belum tentu bisa menghadiri undangan dari Presiden Macron.
“Setelah dari Arab Saudi, Bapak Presiden akan melanjutkan kunjungan ke Brasil untuk menghadiri BRICS,” kata Prasetyo Hadi.
Terkait undangan Presiden Macron, dia menyebut Prabowo akan mempertimbangkannya usai menghadiri acara di Brasil.
“Direncanakan. Nanti dilihat kondisinya setelah dari BRICS,” katanya singkat.
Prasetyo Hadi menambahkan, kunjungan ke Arab Saudi untuk membahas masalah haji Indonesia. Hal ini dia nilai sangat tepat karena terjadi usai pelaksanaan ibadah haji berakhir.
“Momennya sangat tepat. Kita harapkan pelaksanaan haji tahun depan bisa lebih baik lagi,” tegasnya. (*)






