CILACAP – Demam Berdarah atau DB tengah merebak di sejumlah lokasi di Cilacap. Ini bertepatan dengan memasuki akhir musim penghujan dimana hujan masih kerap terjadi. Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap mencatat setidaknya sudah ada 1 orang meninggal dunia akibat terjangkit DB.
Korban meninggal itu tercatat sebagai warga Desa Padangjaya Kecamatan Majenang. Dinas juga mencatat ada sejumlah warga lain yang terjangkit DB dalam rentang waktu yang hampir bersamaan di desa tersebut. Ada 2 orang yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Korban meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Majenang. Kemudian rumah sakit ini pasien ke RSU Margono hingga kemudian meninggal dunia.
Kepala Puskesmas Majenang 1, Sri Wahyuni mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap sudah mengambil sejumlah langkah terkait kejadian ini. Salah satunya adalah melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan korban meninggal. Tujuannya untuk menekan agar DB tidak terus merebak di Cilacap apalagi sampai mengakibatkan korban lainnya.
“Sudah ada fogging pada Selasa (22/3/2023),” katanya.
Selain itu, petugas sudah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mendapati banyak sekali jentik rumah warga terjangkit DB. Ini sebagai pertanda populasi nyamuk yang terlalu banyak dan hingga mengakibatkan DB kembali merebak di Cilacap pada awal 2023 ini.
Petugas juga langsung melakukan sosialisasi kepada warga tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tujuannya agar warga menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Dan memastikan memutus perkembang biakan nyamuk aedes aegipty dan bisa mengindari DB kembali merebak di wilayah setempat.
“Kita sudah PE, sosialisasi tentang PSN dan PHBS,” tegasnya.
Sementara itu, pada periode awal 2022 lalu juga ada warga Kecamatan Majenang, Cilacap yang meninggal dunia saat DB merebak di sana. Pasca kejadian itu, petugas langsung melakukan fogging dan 3 dusun di Desa Jenang Kecamatan Majenang, Cilacap. (*)






