BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bantu seluruh biaya pengobatan dan pendidikan siswa SMA di Cirebon yang minum cairan pembersih lantai. Hal ini terungkap saat Dedi Mulyadi menghubungi orang tua siswa tersebut melalui sambungan telepon.
MMH, siswa SMA di Cirebon yang nekat minum cairan pembersih lantai, masih dalam perawatan medis di rumah sakit. Dia nekat meminum cairan tersebut karena merasa putus asa. Orang tuanya sudah tidak mampu lagi membiayai sekolahnya.
Dalam percakapan telepon dan diunggah di Instagram, Dedi Mulyadi berbincang dengan seorang pria. Kemungkinan dia adalah bapak dari MMH.
Pria ini menceritakan kalau anaknya sudah duduk di bangku salah satu SMA di Cirebon dan sudah 1 semester. Karena merasa tidak mampu, dia meminta anaknya untuk berhenti sekolah. Dengan catatan, pendidikannya akan lanjut pada tahun ajaran berikutnya.
Merasa putus asa, siswa ini lalu mencoba mengkahiri hidupnya dengan minum cairan pembersih lantai. Dia lalu menerima pertolongan dari sejumlah teman dan segera membawanya ke rumah sakit.
“Anak saya sudah lulus MTS dari pondok. Sekarang sekolah di SMA, tapi baru 1 semester,” kata pria dalam video tersebut.
“Saya minta berhenti dulu, nanti tahun depan saja,” katanya lagi.
Dia mengatakan, anaknya semula meminta bisa mendaftar ke SMA 1 Cirebon. Namun karena tidak ada uang, orang tuanya memilih sekolah lain. Uang tersebut, katanya untuk membeli seragam dan kebutuhan sekolah lainnya.
Dedi lalu meminta agar pria tersebut mengirimkan nama, alamat dan tanggal lahir MMH ke ajudannya. Juga mengirimkan ijasah terakhir.
“Pertama, biaya rumah sakit saya yang tanggung karena ini urusan kemanusiaan,” kata Dedi.
“Anak bapak langsung saya daftarin ke SMA 1 Cirebon,” tegasnya.
Kejadian MMH sempat mengundang keprihatinan banyak pihak. Siswa Cirebon ini tergolong berprestasi, namun
nekat minum cairan pembersih lantai karena depresi akibat putus sekolah. (*)






