News  

Dedi Mulyadi Panggil Dinas Perhubungan Bogor

Tangkapan layar dari video di instagram @dedimulyadi71. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi undang seluruh staf Dinas Perhubungan Bogor untuk makan malam bersama. (doc/instagram)

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan memanggil seluruh petugas di Dinas Perhubungan Bogor. Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi akan mengajak seluruh personil untuk makan malam bersama di Gedung Pakuan, Bandung.

Dedi melakukan ini usai kasus penyunatan uang kompensasi bagi sopir angkot di Kota Hujan tersebut viral. Akibatnya, ratusan petugas dan Kepala Dinas Perhubungan Bogor meradang.

Atas kasus ini, Dedi Mulyadi memerintah agar ada pemberkasan di Polres Bogor. Dari situ akan terlihat secara jelas, siapa yang sebenarnya menyunat dana kompensasi bagi sopir angkot.

“Kalau sampai tanggal 7 sudah bekerja dengan baik, dan sudah secara tegas dilakukan tidak melakukan pungutan dengan bukti BAP di Polres, nanti akan saya undang makan malam seluruh petugasnya di Gedung Pakuan,” ujar Dedi di akun instagram miliknya.

Mendengar perintah ini, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Bogor, Dadang Kosasih mengaku sangat berterima kasih. Apalagi, petugas Dinas Perhubungan Bogor sudah bekerja keras untuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran.

Dedi menambahkan, dia berani menyiapkan 7 bus untuk mengangkut personil Dinas Perhubungan Bogor ke Bandung. Namun dia tetap meminta agar petugas terus mengikuti proses BAP di Polres Bogor.

“Seluruh anggotanya bawa. Nanti saya siapkan bus. Kalau 350 orang berarti 7 bus cukup. Berani saya,” kata Dedi.

“Yang penting, BAP di Polres tetap dilakukan. Biar ketahuan siapa yang mungut dan siapa yang bersih,” katanya.

Dadang Kosasih menjabawa, dia akan selalu siap menjalankan perintah apapun dari pimpinan.

“Siap. Akan saya laksanakan,” tegasnya.

Selama lebaran, Pemprov Jawa Barat memberikan kompensasi sebesar Rp 1 juta. Namun muncul kabar kalau sopir angkot di Bogor hanya menerima Rp 800 ribu.

Dinas lalu melakukan penelusuran dan memastikan, tidak ada pungutan atas dana tersebut. Dadan Kosasih menyebut, uang Rp 200 ribu dari tiap sopir angkot mereka serahkan ke koperasi angkutan. (*)