News  

Dinas Cegah Sapi dari Jatim Masuk Cilacap

Dinas Pertanian Cilacap berupaya untuk cegah agar sapi dari Jatim tidak masuk ke sana. Langkah ini untuk menekan kemungkinan terjadinya penyebaran PMK. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, cegah sapi dari Jawa Timur atau Jatim untuk tidak masuk wilayah itu. Tujuannya agar tidak ada penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan ternak menjelang Idul Adha.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Susilan mengatakan, upaya dinas cegah sapi dari Jatim ini sudah mereka sosialisasikan kepada para pedagang. Tujuan dinas adalah cegah sapi dari Jatim masuk ke Cilacap.

“Untuk sementara kita minta tahan dulu lah. Karena pergerakan PMK di Kabupaten Cilacap ini asal usulnya dari Jawa Timur,” ujar Susilan.

Dia mengatakan, awal penyebaran PMK berasal dari sejumlah ternak di Jawa Timur yang kemudian melanda ke Kabupaten Cilacap. Pasca kejadian itu, dinas segera melakukan penangganan terhadap sapi terjangkit PMK. Termasuk membuat beberapa kebijakan untuk menekan penyebaran PMK.

Susilan menambahkan, pihaknya juga sudah mengedukasi para peternak akan penyakit yang menyerang bagian kuku dan mulut sapi. Edukasi ini bersamaan juga dengan pemeriksaan sapi secara intensif dan berkelanjutan.

Pemeriksaan sapi ini melibatkan 6 dokter hewan ditambah dengan tenaga kesehatan ternak dan Penyuluh Pertanian Lapangan. Total ada 23 petugas kesehatan ternak yang selalu memantau kondisi ternak menjelang Idul Adha.

Dia memastikan, hewan ternak yang ada di Kabupaten Cilacap dalam kondisi aman. Meski beberapa waktu lalu sempat ada kasus penyebaran PMK di Kecamatan Cilacap Utara, Jeruklegi dan Dayeuhluhur.

“Hewan (untuk) korban harus aman. Ini sesuai dengan edaran dari MUI,” kata dia.

Dia berharap agar upaya monitoring secara rutin ini bisa mencegah terjadinya penyebaran kembali PMK di Kabupaten Cilacap.

“Minta doanya agar kegiatan pemantauan dan persiapan menjelang Idul Adha ini, semua tetap aman dan sehat,” kata dia.

Mamat, salah satu peternak sapi di Kecamatan Majenang mengatakan, kondisi sapi peliharaannya sudah sehat kembali. Sebelumnya, hewan ternak miliknya sempat terjangkit PMK dan harus menjalani perawatan dan isolasi.

“Sekarang sudah sehat, sudah sembuh setelah peternak ada bimbingan dari petugas,” tegasnya. (*)