CILACAP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap berencana menurunkan tim ahli cagar budaya untuk teliti temuan gamelan batu oleh warga Desa Salebu. Tim akan turun langsung ke lokasi pada Selasa (6/1/2026).
Kabid Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni memastikan hal tersebut. Dinas sebelumnya sudah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan batu yang dapat mengeluarkan bunyi mirip gamelan.
“Informasi awal sudah kami terima dari masyarakat dan ditindaklanjuti dengan surat resmi ke dinas,” ujar Ahmad Fatoni.
Ia menjelaskan, Kepala Dinas memerintahkan Bidang Kebudayaan untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Pihaknya juga telah menggelar rapat internal guna membahas data awal sebelum mengambil langkah lanjutan.
Berdasarkan hasil rapat tersebut, dinas memutuskan segera menurunkan tim ahli cagar budaya ke Desa Salebu untuk teliti gamelan batu temuan warga. Tim akan meneliti kondisi batu, susunan, serta aspek kesejarahannya.
“Kami akan menurunkan tim ahli cagar budaya ke Desa Salebu untuk melihat secara langsung penemuan gamelan batu ini. Temuan ini satu-satunya di Kabupaten Cilacap,” jelasnya.
Ahmad Fatoni menambahkan, kajian juga akan mencakup rencana pelestarian ke depan agar temuan tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Temuan gamelan batu berpotensi menjadi ikon Desa Salebu sekaligus mendukung pengembangan seni budaya dan desa wisata.
“Ke depan, temuan ini bisa menjadi ikon desa untuk mengembangkan seni budaya sekaligus mendorong aktivitas desa wisata. Kami siap mendorong sepenuhnya untuk arah kemajuan,” katanya.
Selain kajian arkeologi, tim dari dinas juga akan teliti gamelan batu di Salebu dari berbagai aspek. Mulai aspek geologi dan kandungan material batu. Dinas akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X di Yogyakarta sebagai mitra untuk pendalaman kajian lanjutan.
“Nanti dalam tim ahli cagar budaya ada arkeolognya. Untuk kajian lanjutan, kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X di Yogyakarta,” tegasnya.
Pentas Gamelan Batu
Sebelumnya, warga mementaskan gamelan batu di pendopo Desa Salebu pada malam pergantian tahun. Hal ini membuat gamelan batu di Salebu berbeda dari temuan serupa di tempat lain. Yakni sudah bisa digunakan mengiringi tembang yang nadanya menyesuaikan gamelan batu.
Warga Desa Salebu mampu menghasilkan 3 lagu dengan musik irigan gamelan batu tersebut. Lalu dikombinasikan dengan petikan kecapi yang bernuansa khas sunda.
Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi berharap agar temuan dan pentas gamelan batu bisa memotivasi warga untuk lebih menggali potensi desa. Termasuk adanya peradaban tinggi di Desa Salebu pada masa lampau.
“Gamelan batu ini bisa menguak peradaban masa lampau di Desa Salebu,” harapnya. (*)






