Ditinggal Tidur Lelap, Rumah Lenyap

  • Bagikan
Petugas Damkar memeriksa sisa kebakaran di rumah korban, Selasa (3/8/2021). Diprediksi kebakaran karena arus pendek. (doc)

CILACAP – Mendapati harta kekayaan yang dikumpulkan sekian tahun, tentu membawa kesedihan tersendiri. Apalagi jika harta ini berupa bagian rumah yang ditata sedemikian rupa agar nyaman dihuni.

Hal ini dialami oleh Susanto, warga Desa Padang Jaya RT 03 RW 02 Kecamatan Majenang, Cilacap. Dia kehilangan sebagian rumahnya justru saat tengah tertidur lelap, Selasa (3/8/2021) dini hari.

Semua ini berawal dari dirinya dibangunkan oleh teriakan kerabat dan tetangga. Mereka mendapati rumahnya terbakar hebat. Kobaran api ini sudah membakar hampir seluruh dapur yang berada di bagian belakang rumah miliknya.

“Saksi pada Selasa malam lagi nyari lilin dan melihat dapur sudah terbakar. Api sangat besar,” ujar Kepala Pos Pemadam Kebakaran Majenang, Sartono.

Dia mengatakan, saksi lalu meminta tolong kepada warga dan tetangga yang langsung berdatangan tempat kejadian. Mereka langsung mencari alat seadanya dan bisa dipakai untuk memadamkan api.

Selain itu, warga segera mencari sumber air terdekat. Pencarian mereka tidak butuh waktu lama karena ada kolam ikan di belakang rumah korban. Air dari sana dibawa secara etafet dengan menggunakan ember dan peralatan sederhana lainnya.

Cara ini tentu saja membutuhkan tenaga ekstra dan kerja keras. Beda halnya jika menggunakan mesin pompa air atau peralatan standar pemadaman api yang biasa dimilik petugas. Karena itulah, mereka baru bisa memadamkan api setelah bekerja keras selama 1 jam.

“Jam 1 (Selasa) malam api baru bisa dipadamkan,” kata Sartono kembali.

Penelusuran petugas pemadam mendapati, api diduga kuat berasal dari arus pendek. Hal ini dengan menggali informasi terkait keberadaan peralatan di dapur. Termasuk melihat kerusakan di lokasi. Seperti rusaknya sejumlah peralatan elektronik dan perabot rumah tangga lainnya.

“Kemungkinan besar karena arus pendek,” kata dia.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian senilai Rp 30 juta. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

Sartono meminta agar warga tetap waspada dan berhati-hati. Menghindari kejadian ini warga harus memastikan jaringan listrik di dalam rumah aman dan menggunakan peralatan listrik yang terstandar.

Permintaan ini juga didasari data kalau potensi kebakaran lebih tinggi terjadi selama kemarau. Meski saat ini hujan masih kerap terjadi.

“Kami minta warga untuk tetap waspada dan hati-hati. Pastikan instalasi listrik aman. Kalau tidur atau meninggalkan rumah, pastikan tidak ada sumber api yang menyala,” tegasnya. (*)

  • Bagikan