CILACAP – Banjir yang terjadi di pusat kota Cilacap, Kamis (27/4/2023) malam, salah satu penyebabnya karena drainase yang sudah buruk dan tua. Akibatnya, saluran ini mudah meluap ketika terjadi hujan deras ekstrim selama hampir 6 jam.
Wilayah pusat kota Cilacap, tergenang banjir akibat hujan deras, Kamis (27/4/2023) malam. Akibatnya, sejumlah kelurahan di beberapa kecamatan di pusat kota Cilacap tergenang. Rumah warga berada di Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Utara dan Cilacap Tengah.
Hujan deras mulai mengguyur Cilacap sejak pukul 18.00 hingga menjelang tengah malam. Volume air yang cukup tinggi ini mengakibatkan drainase dan saluran pembuangan tak mampu menampung. Air kemudian melimpas ke atas jalan. Lambat laun, air mulai masuk ke halaman dan rumah warga.
Tercatat ada 224 warga yang harus mengungsi ke tempat aman. Mereka memanfaatkan sejumlah masjid dan gedung milik Muhammadiyah Cilacap. Para pengungsi ini baru kembali pada Jumat (28/4/2023) pagi bersamaan dengan genangan yang mulai menghilang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Awaludin Muuri mengakui, kondisi drainase di Cilacap sudah buruk dan tua hingga menjadi penyebab menimbulkan banjir.
“Ada beberapa drainase yang menyempit. Drainase dalam kota memang butuh diperbaiki,” katanya.
Dia menambahkan, drainase yang menjadi penyebab banjir menjadi peringatan keras bagi pemerintah. Jika tidak ada penanganan segera, maka sangat mungkin akan terjadi banjir serupa. Terutama saat puncak atau awal musim penghujan.
“Ini warning bagi kita. Ada beberapa drainase yang menyempit,” katanya.
Untuk itu, pemerintah dalam waktu dekat akan memeriksa seluruh drainase yang menjadi penyebab banjir di Cilacap. Dari langkah ini akan diketahui tingkat kerusakan, kebutuhan hingga rencana perbaikan. Termasuk menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan drainase di seluruh wilayah dalam kota Cilacap.
“Akan kita cek. Mungkin kita perbaiki dengan sistim baru. Mudah-mudahan ada anggaran untuk perbaikan,” tegasnya. (*)





