JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir akhirnya angkat suara soal berakhirnya kerja sama federasi dengan pelatih Timnas. Namun, Erick Thohir enggan untuk komentari tentang langkah PSSI terhadap Patrick Kluivert. Dia memilih menunda penjelasan rinci terkait keputusan tersebut.
Erick Thohir belum mau komentari Kluivert karena alasan tertentu. Momen ini terjadi saat wartawan menyerbunya di kantor Kemenpora. Menurutnya, momen tersebut bukan waktu dan tempat yang tepat untuk membahas persoalan sepak bola. Ia menegaskan akan memberikan keterangan resmi setelah dua hari ke depan.
“Saya nggak mau jawab sekarang, nanti itu. Ini (acara) sebagai Menpora,” kata Erick di gedung Kemenpora.
Ia menambahkan, pihaknya perlu mempersiapkan pernyataan agar sesuai dengan konteks dan situasi yang ada.
“Untuk yang bola, jangan hari ini. Tempatnya nggak pas. Kasih waktu saya dua hari. Tapi kan statement-nya sudah ada di publik semua,” ujar Erick Thohir yang menegaskan enggan komentari pemecatan Kluivert.
Sebelumnya, PSSI mengambil langkah tegas usai Timnas gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Timnas di Round 4 mengalami 2 kali kelahan dari Arab Saudi dan Irak. Hal ini membuat PSSI pecat Patrick Kluivert dan seluruh asistennya.
2 kali laga di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia menelan 2 kelahan. Laga pertama melawan Green Falcon, Timnas kandas dengan skor 2-3. Di laga berikutnya, Timnas kalah dari Irak dengan skor 1-0.
Dalam kontrak awal, PSSI menggandeng kerja sama dengan Patrick Kluivert untuk durasi 2 tahun. Kluivert bertanggung jawab untuk membawa Timnas lolos Piala Dunia. Setelah itu, ada tanggung jawab untuk gelaran Piala Asia, karena Timnas sudah pasti lolos setelah masuk Round 4.
Laman resmi PSSI tidak secara tegas menyebut pecat Patrick Kluivert dan seluruh jajaran asistennya. Namun menggunakan kalimat “mengakhiri kerja sama lebih awal”. (*)






