News  

Fly Over Kroya Mengambang

Simpang 4 Kroya menjadi sumber kemacetan hingga muncul rencana membangun fly over guna mengatasi masalah ini. Sayangnya, rencana pembangunan fly over di sana kembali mengambang karena anggaran terkena re-focusing. (doc)

CILACAP – Rencana untuk membangun fly over di pusat Kecamatan Kroya, Cilacap kembali mengambang. Proyek yang sudah masuk rencana ini harus menguap setelah akibat kebijakan re-focusing.

Re-focusing merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk memaksimalkan anggaran pemerintah daerah pada bidang tertentu. Seperti kesehatan, jaring pengamanan sosial dan recovery ekonomi.

Dampaknya yang paling nyata adalah penundaan sejumlah proyek fisik yang tidak terlalu vital akibat adanya pandemi Covi19. Sementara anggaran itu dialihkan untuk program utama.

Camat Kroya, Budi Narimo mengatakan, pembangunan tersebut seharusnya sudah dimulai pada tahun ini. Namun karena adanya Covid-19 maka anggaran pembangunan fly over Kroya ikut terkena refocusing dan proyek ini jadi mengambang.

“Tidak jadi tahun ini, tapi mundur,” kata dia.

Dia menjelaskan, rencana awal pada tahun 2022 ini sudah mulai tahap pembuatan Detail Enginiering Design atau DED. Menyusul kemudian adalah konsep dari bangunan fly-over tersebut pada tahun berikutnya.

Fly-over ini melintas di Jalan Ahmad Yani dan memanjang dari Kantor Pegadaian sampai lampu merah. Tujuannya mengatasi kemacetan di wilayah Kecamatan Kroya, Cilacap. Apalagi banyak pelaku perjalanan yang melewati wilayah jalur selatan.

“Kroya ini merupakan akses vital untuk perekonomian,” ujarnya.

Pembangunan fly over ini sudah lama menjadi perbincangan dan usulan warga sejak 1 dekade terakhir. Tujuannya karena ada titik kemacetan dari Pasar Kroya ke arah selatan hingga perlintasan kereta api. Namun sampai sekarang, wacanan fly over di Kecamatan Kroya masih saja mengambang. (*)