Geger. Warga Majenang Temukan Mortir

  • Bagikan
Aparat memeriksa bom temuan warga Desa Sadabumi Kecamatan Majenang, Cilacap, Minggu (6/6/2021). (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Warga Desa Sadabumi Kecamatan Majenang, Cilacap dibuat geger dengan penemuan mortir di pekarangan. Mortir besar dan sudah berkarat ini ditemukan warga saat mengepras tebing di samping rumah Nasrulloh, di Dusun Sadabumi RT 01 RW 02 Desa Sadabumi, Minggu (6/6/2021).

Saksi mata, Tasir Priyanto (33), warga Desa Sadabumi RT 02 RW 02 mengatakan, ada 5 pekerja yang tengah mengepras tebing rumah. Sekitar pukul 10.00, cangkulnya mengenai benda keras dan dikira termos.

“Semula dikira termos. Saya teruskan menggali tapi kok tambah besar,” katanya.

Dia lalu memperhatikan lebih jelas benda asing tersebut. Mortir ini sudah berkarat dan diperkirakan sepanjang 70 cm. Kelima orang ini langsung memastikan bahwa benda tersebut adalah mortir.

“Saya langsung deg-degan. Takut bom (mortir) masih aktif,” katanya.

Bentuk mortir di Desa Sadabumi Kecamatan Majenang, Cilacap, Minggu (6/6/2021). (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

Kelima orang ini langsung menghentikan aktifitas dan memagari mortir menggunakan pohon singkong dan diikat menggunakan tali plastik. Mereka kemudian melaporkan penemuan ini ke perangkat desa dan diteruskan ke aparat keamanan.

“Begitu tahu itu bom (mortir) kami langsung minggir,” kata dia.

Sekretaris Desa Sadabumi, Karsam mengatakan, warga merasa takut kalau mortir ini masih aktif. Mereka berharap agar benda ini bisa dievakuasi petugas karena berada di wilayah padat penduduk.

“Warga takut meledak hingga lapor ke aparat biar bisa amankan,” tegasnya.

Belum diperoleh keterangan resmi dari aparat keamanan. Informasi yang diterima bercahayanews.com menyebutkan, Polsek, Koramil dan Satpol PP Kecamatan Majenang sudah turun ke lokasi. Petugas masih menunggu kedatangan tim dari Polres Cilacap untuk mengevakuasi mortir tersebut.

Lokasi tersebut sampai Minggu siang masih didatangi warga. Mereka penasaran ingin melihat mortir dari dekat. Warga mengabadikan barang langka tersebut menggunakan telepon pintar masing-masing. (*)

  • Bagikan