News  

Geledah Rumah Kades Kohod, Polisi Panen Barang Sitaan

Polisi geledah rumah Kades Kohod dan mengambil banyak barang bukti. Selain itu, rumah Sekretaris Desa Kohod dan kantor desa juga digeledah. (doc/tiktok)

TANGERANG – Polisi dari Bareskrim Mabes Polri, geledah rumah Kades Kohod pada Senin (10/2/2023) malam. Hasilnya, petugas panen barang sitaan dari rumah mewah tersebut.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati pemandangan luar biasa dari bagian dalam rumah Kades Kohod. Seperti kursi dan meja berbahan jati, mobil mewah dan deretan sepeda motor.

Petugas tidak bertemu dengan Arsin. Hanya Ketua RT setempat yang mendampingi petugas selama penggeledahan.

Usai pengeledahan, petugas mengambil beberapa barang bukti yang kemungkinan besar terkait dengan proses pembuatan sertifikat HGB dan SHM di laut Tangerang.

Selain geledah rumah Kades Kohod, petugas juga mendatangi kantor desa. Demikian juga dengan rumah Sekretaris Desa Kohod. Dua pejabat utama di Desa Kohod ini, kongkalikong untuk menerbitkan surat pengajuan usulan penerbitan sertifikat di atas laut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan, penggeledahan rumah Kades Kohod bagian dari upaya petugas untuk mengumpulkan barang bukti.

Menurutnya, proses pengumpulan barang bukti tersebut untuk mendukung penyelidikan petugas.

“Hasil penyelidikan kami mendapatkan, adanya perbuatan pidana. Disitulah kami mengetahui siapa yang paling bertanggung jawab,” katanya.

“Saat ini proses penyelidikan. Untuk melengkapi (penyelidikan) kira-kira alat buktinya apa yang bisa penyidik kumpulkan ,” katanya.

Dia juga menyebut, petugas menyita sejumlah dokumen dan peralatan kantor sebagai alat bukti. Namun tidak ada rincian barang bukti yang disita petugas dalam penggeledahan di 3 lokasi tersebut.

“Ada dokumen yang kita sita,” katanya.

Kades Kohod, mendadak jadi viral setelah mendampingi Menteri ATR BPN, Nusron Wahid saat melakukan verifikasi lapangan atas sertifikat SHM dan HGB laut Tangerang. Dia sempat kabur dari kejaran wartawan dan enggan untuk memberikan keterangan.

Warga setempat menuding, Arsin selama ini menjadi sosok yang paling paham dan mengetahui proses pemagaran laut Tangerang. (*)