MALUKU UTARA – Gunung Dukono kembali meletus di Halmahera Utara, Senin pagi pukul 07.25 WIT. Letusan itu menyemburkan abu vulkanik setinggi 800 meter dari puncak, menampilkan pemandangan dramatis yang terlihat jelas dari kejauhan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono melaporkan, kolom abu berwarna putih hingga kelabu tersebut terbawa angin ke arah barat laut.
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14 mm dan durasi 62,38 detik,” ujar Bambang.
Meskipun Gunung Dukono kembali meletus secara periodik, statusnyat tetap berada di Level II atau Waspada. Petugas meminta warga tidak mendekati atau mendaki Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.
Bambang menegaskan, sebaran abu vulkanik mengikuti arah dan kecepatan angin sehingga area terdampak tidak menentu.
Mengingat status Gunung Dukono di level II (Waspada), maka masyarakat dan pengunjung atau wisatawan, agar tidak beraktivitas dalam radius 4 KM. Petugas juga melarang aktifitas pendakian dan mendekati Kawah Malupang Warirang.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” ujarnya.
Pos PGA Dukono juga mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Dukono agar selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut. Mereka harus menggenakan masker guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
“Masker harus selalu disiapkan karena abu bisa terbawa ke wilayah berbeda setiap saat,” kata Bambang.
PGA Dukono juga melaporkan adanya aktivitas kegempaan pada Jumat (8/8/2025) mulai pukul 00:00 hingga 24:00 WIT. Teramati aktivitas letusan terjadi sebanyak 401 kali dengan tinggi dari 400 hingga 600 meter dan warna asap putih dan kelabu.
Ini mendadakan kalau Gunung Dukono sudah berulang kali meletus sepanjang Agustus ini. (*)






