Guru SMP 4 Merasa Merinding Tiap Masuk Kelas. Ini Ceritanya

  • Bagikan
Ujung kelas 7 SMP 4 Majenang, Cilacap, berhadapan dengan tebing dan tanpa tembok penahan hingga rawan ambruk. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Seluruh guru di SMP 4 Majenang, selalu dibuat merinding tiap kali masuk ruang belajar bagi siswa kelas 7. Berbagai kondisi memang sangat mendukung munculnya perasaan tersebut.

Pertama, karena deretan kelas 7 A, B dan C berada di pojok utara. Untuk bisa ke sana, guru dan siswa harus melalui jalan setapak dan ditutup atap.

Kedua karena di belakang deretan ruang belajar itu ada tanah miring dan berbatasan dengan lahan warga. Tanah ini tidak ada bangunan penguat berupa talud. Demikian juga dengan ujung ruang kelas tersebut.

Dibawahnya ada jurang terjal dan kembali, tidak ada tembok penahan sama sekali. Hingga secara perlahan, bangunan di sana mulai ambruk dan muncul retakan.

“Apalagi kalau hujan. Guru merasa sangat ngeri karena air hujan sampai nyemprot-nyemprot ke dinding,” kata Kepala SMP 4 Majenang, Yeni Hidayat.

Menurutnya, tanda-tanda bangunan mulai rusak bisa terlihat di ujung deretan kelas 7. Seperti lantai yang naik atau tembok retak-retak. Termasuk tembok kamar mandi siswa yang ada di sisi ujung.

“Mulai muncul kerusakan,” kata dia.

Perlu diketahui, bangunan kelas 7 tersebut didirikan di tebing yang diurug. Di sisi timur ada jalan kabupaten. Dan di sebelah utara ada tanah warga dan kantor Desa Sepatnunggal.

Sementara di belakang komplek SMP ini, mayoritas tanah belum diurug hingga bagian ini dasar tebing.

“Kalau diurug butuh dana besar. Mungkin Rp 1 Miliar,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap, Didi Yudi Cahyadi.

Dia mengaku mendorong agar ada langkah tepat dari Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui dinas terkait. (*)

  • Bagikan