News  

Guru Wajib Tes Antigen

Para guru harus tes antigen untuk memastikan kondisi fit dan terbebas dari Covid19. (doc)

CILACAP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap membuat kebijakan agar semua guru wajib tes antigen. Kebijakan ini muncul agar Penilaian Tengah Semester (PTS), bisa berjalan lancar karena bersamaan dengan masa pandemi. Hingga harus ada langkah untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya cluster pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Cilacap mengambil langkah tegas. Pertama adalah memastikan semua guru sudah vaksin agar mampu menciptakan kekebalan tubuh.

Kepala Dinas P dan K Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono memastikan vaksinasi bagi para guru sudah selesai. Terutama bagi guru SD dan SMP.

“Guru sudah divaksin semua,” kata Sadmoko.

Kebijakan bersifat pencegahan kedua adalah melakukan tes antigen secara berkala bagi para guru dan bersifat wajib. Dengan demikian, para guru dalam kondisi sehat saat harus berangkat ke sekolah dan mengawasi pelaksanaan tes di dalam kelas.

“Guru wajib tes antigen. Agar mereka dalam kondisi sehat,” kata dia.

Sadmoko menambahkan, pelaksanaan PTS ada di dalam kelas secara layaknya tes pada umumnya. Namun ada sejumlah pembatasan dan pengetatan agar mengurangi potensi penularan Covid19. Mulai dari pembatasan jumlah siswa yang masuk ujian tiap hari. Selain itu juga adanya fasilitas di tiap sekolah untuk mendukung protokol kesehatan (prokes).

“Dijadwal. Tidak masuk semua (bersamaan),” ujar dia.

Penerapatan prokes ketat ini juga memastikan seluruh siswa dan guru yang masuk harus dalam kondisi fit. Jika ada siswa atau guru yang mengeluhkan sakit tidak boleh masuk. Meskipun keluhan ini berupa gejala ringan.

“Meski gejala ringan tidak boleh masuk. Harus tetap di rumah,” katanya.

Bagi siswa yangsakit, dinas memberikan keringanan dalam mengerjakan soal saat PTS nanti. Mereka bisa menggarap soal dari rumah secara daring. Dengan demikian, siswa masih diberi hak untuk tetap ikut ujian. Dan disaat bersamaan, sekolah bisa terhindar dari kemungkinan penyebaran Covid19 karena anak yang masuk benar-benar sehat tanpa ada keluhan.

“Anak bisa tetap ikut ujian dari rumah secara daring,” tegasnya. (*)