News  

Harga Beras Sekarang Masih Tetap Mahal

Harga beras memasuki akhir Oktober masih tetap mahal karena stok beras minim. Saat ini tidak ada harga kualitas rendah dengan harga dibawah Rp 10 ribu. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Harga beras di pasar tradisional sampai sekarang masih tetap saja mahal. Bahkan sudah tidak ada beras dengan harga di bawah Rp 10.000.

Kenaikah harga beras sudah terjadi sejak akhir Agustus. Atau saat puncak musim kemarau mulai terjadi. Pada akhir Agustus itu, harganya masih mencapai Rp 11.500.

Memasuki awal September, harga beras terus naik tak terkendali dan tembus Rp 13.500 di tangan pengecer. Dan menjelang akhir September 2023, harganya masih bertengger di angka tersebut. Ini menandakan harga beras mahal tersebut sudah bertahan hampir 2 bulan.

Dan ada catatan khusus, yakni menghilangnya beras kualitas paling rendah dari pasaran. Yakni beras dengan harga Rp 9000 per kg.

Kepala Pasar Majenang, Taswa mengatakan, saat ini tidak ada harga dengan harga Rp 9000. Sementara harga rata-rata sudah diatas Rp 11.000 per kg. Ini menandakan harga beras sudah jauh dari kondisi normal.

“Bukan karena harga naik. Tapi barangnya sudah tidak ada di pasaran,” kata dia.

Dia menjelaskan, harga beras saat ini masih tetap mahal. Yakni antara Rp 11,5 ribu sampai Rp 13 ribu per kg di tingkat pedagang pasar. Untuk harga beras eceran sudah pasti lebih mahal lagi.

Menurutnya, harga beras tinggi ini terpengaruh stok akibat kemarau panjang yang membuat pasokan beras ke pasar berkurang drastis. Apalagi, beberapa sentra penghasil padi di Cilacap belum panen sepenuhnya. Sisanya, sudah panen dan belum bisa memulai masa tanam akibat kesulitan air selama kemarau.

“Ini kemarau panjang hingga produksi beras turun dan pasokan ke pasar terhambat,” katanya.

Ketua Gabungan Paguyuban Petani Pengguna Air Kecamatan Majenang, Wahyudi penyebab kenaikan harga beras adalah faktor kemarau panjang. Ini membuat produksi beras para petani menurun. (*)