News  

Harga Cabai Rawit Masih Mahal

Stok cabai rawait merah di pedagang menipis. Hal ini membuat harga cabai rawit merah ini masih mahal dan mencapai Rp 90 ribu per kg. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Memasuki pekan ke 2 Desember 2023, harga cabai rawit merah masih tetap mahal. Pedagang pasar menjual Rp 90 ribu per kg, atau masih jauh dari harga rata-rata.

Harga cabai rawit merah sempat tembus Rp 100 ribu per kg pekan terakhir November 2023. Namun, kenaikan harga cabai ini sudah terasa dalam dua bulan terakhir.

Kepala Pasar Majenang, Taswa mengatakan, harga cabai rawit merah saat ini memang masih mahal. Tepatnya yakni Rp 90 ribu per kg. Dan sekitar 2 hari lalu, harga cabai masih bertengger Rp 95 ribu per kg.

“Sekarang memang sudah turun jadi Rp 90 ribu. Namun ini masih tinggi,” katanya, Jumat (8/12/2023).

Dia menambahkan, harga ini terpengaruh oleh banyak faktor. Utamanya adalah pasokan dari sentra penghasil cabai dan sayuran. Seperti Wonosobo, Brebes, Garut dan Ajibarang.

Petani di sentra cabai, lanjutnya mengalami gagal panen akibat kemarau panjang lalu. Dan saat mereka mulai tanam, justru hujan sudah sering terjadi hingga merusak tanaman.

“Pengaruh karena musim hingga banyak tanaman yang rusak,” kata dia.

Dia menambahkan, harga tinggi ini kemungkinan bisa berlangsung lama. Penyebabnya karena memasuki akhir tahun dan perayaan Natal serta musim liburan.

“Biasanya kalau mau akhir tahun, mau Natal harga pada naik,” katanya.

Yanto, pedagang sayuran di Pasar Majenang menambahkan, harga cabai rawit merah sekarang masih tetap mahal. Dan hampir tiap hari, harganya mengalami perubahan.

“Bisa tiap hari ganti harga,” kata dia.

Menurutnya, pasokan dari luar daerah memang terasa berkurang dalam beberapa bulan terakhir. Hingga dia tidak berani mengambil stok cabai terlalu banyak karena sangat beresiko. Pertama karena perubahan harga yang sangat cepat. Kedua mengurangi resiko cabai busuk.

“Resiko besar. Beda dengan bawang. Kita bisa ambil berapapun asal ada pasokan,” tegasnya. (*)