Harga Cabai Terjun Bebas

  • Bagikan
Harga cabai berbagai jenis di pasar tradisional terjun bebas dibandingkan Juli 2021. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

vCILACAP – Harga komoditas bumbu dapur, cabai berbagai jenis saat ini tengah terpuruk. Perbedaannya cukup mencolok dibandingkan Juli 2021 dengan selisih antara Rp 5000 hingga Rp 40 ribu per kg. Perbedaan selisih harga ini tergantung jenis cabai, seperti cabai merah besar, keriting dan cabai rawit.

Kepala Pasar Majenang, Paino mengatakan harga cabai berbagai jenis memang mengalami penurunan drastis. Seperti cabai merah besar biasa TM yang kini dijual Rp 15 ribu per KG. Sementara cabai hijau besar hanya dijual Rp 12 ribu.

“Harga memang lagi jatuh sekali,” kata Paino, Rabu (25/8/2021).

Jika dibandingkan pada Juli lalu, perbedaan harga tergolong sangat mencolok. Sebut saja pada cabai rawit merah dan hijau yang dijual Rp 60 ribu dan Rp 50 ribu per KG. Sementara saat ini, harga jual di tingkat pedagang hanya Rp 20 ribu saja.

Demikian juga dengan cabai merah keriting. Harga saat ini di tangan pedagang hanya Rp 17 ribu, turun Rp 7 ribu dibandingkan periode Juli 2021.

“Yang kentara di cabai rawit. Dulu bisa 50 ribu-an. Sekarang paling banter 20 ribu,” katanya.

Paino menjelaskan, penurunan harga ini karena pasokan sangat melimpah karena pengaruh cuaca yang mendukung hasil panen cabai. Beda dengan awal Juli yang masih sering terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi cuaca seperti ini merusak hasil panen karena cabai kerap rontok atau tanaman terserang hama penyakit.

Dan pada Agustus 2021, permintaan dari masyarakat cenderung menurun drastis. Beda dengan sebulan lalu dimana permintaan jauh lebih banyak. Pada Juli lalu, masyarakat kerap menggelar acara syukuran meski skalanya sangat kecil karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Sekarang permintaan turun, tapi pasokan melimpah hingga harga turun drastis,” ujarnya.

Pernyataan serupa diberikan oleh Hamdan. Pedagang sayuran di Pasar Majenang ini mengatakan kalau permintaan pembeli sudah berkurang drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Terlihat dari minimnya pembeli dari kalangan masyarakat umum yang datang ke kios tempatnya berjualan.

“Pembeli umum jarang. Paling banyak kita melayani pedagang sayur keliling yang memang sudah jadi langganan,” tegasnya. (*)

  • Bagikan