Bisnis  

Harga Telur Naik Turun? Ini Penyebab Utamanya!

ilustrasi

JAKARTA – Masyarakat Indonesia sering menyaksikan fluktuasi pada harga telur ayam. Kadang-kadang harga telur melonjak tinggi, lalu turun drastis dalam waktu singkat. Berbagai faktor seperti ketersediaan pasokan, permintaan konsumen, dan kebijakan pemerintah memengaruhi kondisi ini.

Para pelaku usaha kuliner dan ibu rumah tangga sangat memperhatikan perubahan harga telur karena hal ini memengaruhi pengeluaran harian mereka. Para peternak juga merasakan dampaknya, karena fluktuasi harga telur memengaruhi keuntungan usaha mereka.

Kita perlu memahami apa saja yang menyebabkan harga telur naik dan turun di pasaran. Berikut beberapa faktor utamanya.


Permintaan dan Penawaran Menentukan Harga Telur

Masyarakat yang meningkatkan konsumsi telur menjelang hari besar keagamaan menyebabkan permintaan melonjak dan akhirnya menaikkan harga telur. Saat membuat kue atau masakan khas, mereka membeli telur dalam jumlah besar, yang menurunkan stok di pasar.

Setelah musim liburan berakhir, banyak orang mengurangi pembelian telur. Kondisi ini menyebabkan pasokan melimpah, dan para pedagang menurunkan harga telur agar tetap laku. Tren pola makan tinggi protein juga ikut meningkatkan permintaan dan membuat harga telur lebih fluktuatif dalam jangka panjang.


Harga Pakan Mempengaruhi Harga Telur

Para peternak harus menanggung biaya produksi yang lebih tinggi ketika harga pakan seperti jagung dan bungkil kedelai naik. Mereka pun menaikkan harga telur untuk menyesuaikan margin keuntungan.

Ketika harga pakan turun, para peternak dapat menurunkan biaya produksi, sehingga mereka bisa menstabilkan harga telur. Kondisi cuaca dan kebijakan impor turut memengaruhi harga bahan pakan, dan akhirnya berdampak pada harga telur di pasaran.


Cuaca dan Lingkungan Menurunkan Produksi dan Mengubah Harga Telur

Cuaca ekstrem sering membuat ayam petelur stres dan menurunkan produktivitasnya. Para peternak yang menghadapi penurunan produksi akibat panas berlebih atau hujan lebat terpaksa menaikkan harga telur karena pasokan menurun.

Musim hujan juga memperburuk kondisi kandang, sehingga penyakit menyerang ayam lebih mudah. Ketika banyak ayam sakit, produksi telur turun drastis, dan peternak harus menaikkan harga telur untuk menutup kerugian.

Namun, saat cuaca bersahabat dan ayam tetap sehat, para peternak bisa menjaga produksi tetap stabil. Kondisi ini memungkinkan mereka menjaga harga telur tetap terjangkau bagi konsumen. (*)