KEDIRI – Sebelum harga Timun hanya Rp 500 per kilogram namun setelah lebaran harga naik melonjak tajam hingga Rp 3000 per kilogram atau naik Rp 2.500. Sekalipun musim pancaroba tampaknya tak mempengaruhi harga yang naik cukup tinggi dibandingkan sebelumnya.
Lebih mujur lagi petani sayur timun di Kediri tak menemukan hama di tanaman. Yunanto petani timun Ringinrejo Kabupaten Kediri sumringah mengetahui harga timun cukup tinggi usai lebaran ini. Harga timun biasanya tak pernah tinggi. Masa tanam timun hingga masa panen waktunya 40 hari.
Sekali panen jika sudah waktunya seminggu bisa panen 2 kali.
” Selanjutnya untuk sekali petik bisa mencapai 65 kilogram hingga 1,5 kwintal dan di lahan yang saya miliki ini 100 ru hasilnya cukup bagus dan yang utama adalah unsur pemeliharaan hingga awal tanam, proses pemupukan, penyemprotan cegah hama dan saat panen,” katanya.
Harga Timun
Yunanto berharap harga timun bisa terus naik dalam minggu ini. Bisa jadi juga perubahan harga sangat cepat sehari dua kali pagi dan sore. Permintaan di pasaran cukup tinggi sehingga harga naik.
Setelah Lebaran 2025, pedagang di pasar Kediri menaikkan harga timun hingga Rp 3.000 per kilogram. Harga timun di Kediri naik d dari sebelumnya hanya Rp 500 per kilogram, atau meningkat sebesar Rp 2.500.
Petani dan pedagang tidak membiarkan musim pancaroba memengaruhi harga jual. Mereka tetap menjual timun dengan harga tinggi karena harga timun di Kediri naik drastis dibandingkan hari-hari biasa.
Petani sayur di Kediri berhasil menjaga tanaman dari hama, sehingga mereka bisa menjual hasil panen saat harga timun di Kediri naik drastis. Mereka mengoptimalkan masa tanam untuk mendapatkan hasil maksimal.
Yunanto, petani asal Ringinrejo, menunjukkan rasa syukurnya karena harga timun di Kediri naik drastis usai Lebaran. Ia menyebut harga kali ini jauh lebih baik dari biasanya.
Yunanto menyebut harga timun naik drastis padahal sebelumnya harga timun cenderung rendah. Ia menanam timun dengan masa tanam sekitar 40 hari sampai panen.
Saat harga timun di Kediri naik drastis, Yunanto memanen timun dua kali seminggu. Sekali petik, ia bisa mengangkut 65 kilogram hingga 1,5 kwintal dari lahan seluas 100 ru.
Yunanto merawat tanaman timunnya secara intensif agar bisa memanfaatkan momen saat harga timun naik drastis. Ia rutin memupuk, menyemprot hama, dan mengatur waktu panen.
Yunanto berharap harga timun di Kediri naik drastis bisa bertahan lebih lama. Ia terus memantau pasar untuk menentukan waktu terbaik menjual hasil panennya.
Pedagang melaporkan bahwa harga timun di Kediri naik drastis bisa berubah dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Mereka menyesuaikan harga dengan lonjakan permintaan.
Petani dan pedagang di Kediri bersama-sama memanfaatkan kondisi saat harga timun di Kediri naik drastis. Mereka memasok pasar lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang terus meningkat.






