Hari Kesiapsiagaan Bencana, Cilacap Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami

  • Bagikan
Petugas gabungan, warga dan relawan melakukan simulasi bencana di Cilacap, Senin (26/4/2021).

PENULIS : NARISAKTI

CILACAP – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2021 di Cilacap digelar dengan melakukan simulasi evakuasi mandiri bencana alam gempa bumi dan tsunami.

Kegiatan dengan tema “Siap Untuk Selamat” ini difokuskan di Desa Bunton Kecamatan Adipala, Senin (26/4/2021).

Kegiatan ini sebagai latihan evakuasi mandiri pada peringatan hari kesiapsiagaan bencana nasional, yang kegiatannya di pusatkan di Cilacap.

Simulasi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini di lakukan permodelan, jika di wilayah Cilacap terjadi gempa bumi dengan magnitudo 8,8 dan berpotensi terjadinya tsunami.

Adanya potensi tsunami, BMKG mengeluarkan peringatan dini. Selanjutnya sirine peringatan tsunami, early warning sistem berbunyi, warga pun membunyikan kentongan, sebagai kearifan lokal.

Warga pun berlarian ke titik kumpul serta menuju ke bangunan yang lebih tinggi, salah satunya berkumpul di balai Desa Bunton.

Ada tiga titik evakuasi yang disediakan di Desa Bunton, yakni Balai Penyuluhan Pertanian Adipala, Kantor Desa Bunton, serta masjid di sekitar area Pasar Adipala.

Simulasi ini digelar di 5 kelurahan dan 2 desa yang melaksanakan simulasi evakuasi mandiri bencana. Wilayah yang melakukan silumasi yakni Kelurahan Cilacap, Tegalkamulyan, dan Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan, dan Kelurahan Gunungsimping dan Donan Kecamatan Cilacap Tengah.

Serta di Desa Bunton dan Gombolharjo Kecamatan Adipala. Selain itu juga dilaksanakan di masing-masing instansi di Cilacap.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy menyampaikan jika simulasi ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat di Cilacap, yang memiliki tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia.

“Dengan simulasi ini akan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana, sehingga bisa mengurangi risiko bencana dan korban jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo dalam sambutan yang disampaikan Bupati Cilacap menyampaikan jika mitigasi kesiapsiagana bencana harus terus dilakukan.

Dengan mengenali empat langkah dalam kesiapsiagaan bencana yakni kenali ancaman bencana di sekitar kita, Kurangi resiko bencana sesuai kemampuan kita. Tentukan tempat aman di sekitar kita dan ajak seluruh keluarga untuk melakukan evakuasi mandiri dari tempat beraktivitas.

“Lebih dari itu, muncul kesadaran dari lubuk hati terdalam pada setiap warga tentang pentingnya sadar bencana namun tetap menerapkan protokol kesehatan karena pandemi belum berlalu”, kata Bupati.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, mengatakan jika Kabupaten Cilacap merupakan salah satu yang terbaik dalam evakuasi mandiri bencana alam. Sebab tingkat kerawanan bencana yang tinggi, menuntut segenap lapisan masyarakat mulai dari unsur pemerintah hingga masyarakat memahami prosedur evakuasi mandiri.

“Ada tiga catatan kami, pertama seluruh wilayah pesisir Cilacap ini rawan tsunami. Kedua, 15 tahun lalu pada 2006 dampak tsunami cukup terasa di Cilacap, ketiga BPBD Cilacap merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia, sehingga kami ingin ini dipertahankan dan kami ingin belajar”, ujar Lilik. (*)

  • Bagikan