Bisnis  

Hari Ritel Nasional Dorong Sinergi UMKM dan Ritel Modern

Menteri Perdagangan RI Bapak budisantoso didampingi oleh Direktur P2DN Ibu Dewi Rokhyati, Ketua Umum Aprindo dan Ketua HRN 2025, mengunjungi langsung deretan produk unggulan karya anak bangsa dalam showcase UMKM. ( doc.instagram )

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) secara aktif mendorong kemitraan ritel dan UMKM dalam rangka menyukseskan Hari Ritel. Busan menekankan pentingnya etalase ritel modern untuk distribusi produk UMKM. Ia mendorong pelaku UMKM meningkatkan daya saing lewat Hari Ritel Nasional. Busan menyampaikan urgensi kemitraan ritel dan UMKM bagi kemajuan ekonomi.

Aprindo menggagas Hari Ritel Nasional 2025 bertema “Kebangkitan Ritel: Bertumbuh Bersama UMKM, Bergerak ke Pasar Global”, yang digelar Juli–November. Busan menilai Hari Ritel sebagai momentum penting masuknya produk UMKM ke ritel modern melalui pola kemitraan yang solid.

Melalui pola kemitraan, Hari Ritel juga mendukung penguatan pasar dalam negeri agar produk lokal unggul secara nasional. Busan menjadikan Hari Ritel sebagai strategi mencegah banjir impor dengan mengedepankan produk UMKM yang kompetitif.

Kemendag mengkurasi produk lokal agar memenuhi standar ekspor. Proses ini menjadi bagian dari program Hari Ritel. Kemendag memanfaatkan business matching dengan 46 perwakilan luar negeri untuk memperluas pasar.

Hingga kini, Hari Ritel telah memfasilitasi 600 UMKM dengan transaksi mencapai Rp1,3 triliun melalui program ekspor Kemendag. Busan menggunakan video conference saat peluncuran untuk menjangkau lima daerah secara langsung dan serentak.

Ketua Pelaksana HRN 2025 Hans Harischandra menyatakan bahwa Hari Ritel memperkuat sistem ritel Indonesia melalui kolaborasi UMKM. Hans menegaskan bahwa Hari Ritel mendorong digitalisasi, inovasi, dan sinergi antara UMKM dan jaringan ritel modern.

Ketua Umum Aprindo Solihin menyambut baik kolaborasi dengan Kemendag dalam menyukseskan Hari Ritel Nasional sebagai simbol kebangkitan ekonomi. Solihin menekankan bahwa Hari Nasional menunjukkan UMKM sebagai jantung ekonomi nasional, bukan sekadar pelengkap pasar.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,87 persen di kuartal I-2025 turut memperkuat peran dalam sektor perdagangan. Konsumsi rumah tangga menyumbang 54,53 persen terhadap PDB. Ini menjadi bukti kuatnya dampak Hari Ritel Nasional terhadap permintaan domestik.

Kemendag melibatkan 10 UMKM binaan untuk menjajaki bisnis dengan 150 peritel anggota Aprindo dalam rangkaian Hari Ritel Nasional.Sebanyak 10 UMKM binaan Aprindo juga berbagi pengalaman sukses mereka selama kemitraan melalui programini.

Produk UMKM seperti kopi, makanan ringan, dan makanan sehat dipamerkan dalam business matching selama pelaksanaan.Robbani dari Lampung menunjukkan bahwa kemitraan dengan Alfamart dan Indomaret terjadi berkat dukungan Hari Ritel Nasional.

Berhasil memasok camilan

UMKM Ratu Barokah Snack milik Hj. Enong juga berhasil memasok camilan ke ritel nasional berkat program Hari ritel Nasional busana dan Ketua Umum Aprindo menyerahkan sertifikat apresiasi kepada UMKM unggulan.

CV Sismuindo aktif mengikuti pelatihan, promosi, dan menjal in jaringan dengan Kemendag selama pelaksanaan.
Muslimah, pemilik CV Sismuindo, menjelaskan bahwa partisipasinya dalam Hari Ritel Nasional membantunya memperluas akses pasar secara signifikan.

Kemendag mengundang berbagai pihak, termasuk Aprindo dan Kementerian Koperasi, untuk bersama-sama menyukseskan peluncuran Hari Ritel Nasional.
Busan menggandeng Dirjen PKTN dan Dirjen PEN guna menunjukkan komitmen penuh pemerintah dalam mendukung keberhasilan. (*)