News  

Hati-hati dengan Trik SPBU Nakal. Duplikasikan Barcode

ilustrasi

CILACAP – Pemilik barcode atau QR code untuk bisa membeli BBM Subsidi, kini harus berhati-hati dengan trik SPBU nakal. Karena ada oknum petugas SPBU yang menduplikasi QR code hingga bisa dipakai orang lain.

Pertamina sejak akhir 2022 mulai mengenalkan sistim digital bagi para pembeli BBM Subsidi. Caranya dengan mendaftar di aplikasi myPertamina dan mendapatkan barcode. Barcode ini akan dipakai tiap kali pemilik akan membeli BBM Subsidi di SPBU.

Namun belakangan, ada oknum nakal di SPBU yang membuat trik dengan menduplikasi QR code tersebut. Dengan cara ini, pemilik duplikat bisa menggunakannya saat bertransaksi di SPBU. Jika ini terjadi, maka pemilik asli QR code ini tidak dapat menggunakannya meski sudah resmi terdaftar.

Pjs Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Marthia Mulia Asri membeber trik nakal dari oknum di SPBU. Penyalahgunaan berupa duplikasi QR code untuk pembelian BBM Subsidi.

“Penyalahgunaan ini membuat pemilik asli QR code tidak bisa membeli BBM bersubsidi walaupun sudah terdaftar,” katanya dalam siaran pers.

Dia melanjutkan, duplikasi QR code tersebut untuk pembelian solar bersubsidi. Aksi nakal oknum SPBU dengan menggunakan trik duplikasi sudah teratasi. Pihak Pertamina sudah memberikan sanksi karena trik nakal dari SPBU tersebut sudah merugikan warga yang sudah terdaftar dan berhak mendapatkan BBM Subsidi.

Penemuan ini, katanya setelah tim BPH migas melalukan pemantauan rutin. Petugas mendapati adanya duplikasi QR code. Mereka juga menemukan pelanggaran lain seperti melayani pembelian dengan jerigen tanpa ada surat rekomendasi.

“Saat BPH Migas melakukan kunjungan pemantauan ke SPBU menemukan adanya penyalahgunaan. Seperti penyalahgunaan QR Code, penyaluran BBM subsidi ke konsumen yang tidak berhak, tidak ada surat rekomendasi, serta tidak ada surat rekomendasi untuk pengisian BBM subsidi melalui jerigen,”tegasnya. (*)