Hindari Minuman Jenis Ini Selama Berpuasa

  • Bagikan
Kopi menjadi salah satu minuman yang harus dihidnari selama menjalankan ibadah puasa

PENULIS : HARYADI NURYADIN

CILACAP – Manusia bisa kuat menahan lapar. Bahkan pada orang tertentu biasanya mampu bertahan tidak menyantap apapun selama beberapa hari. Apalagi orang yang memang terlatih untuk bertahan dalam kondisi ekstrim. Seperti pasukan khusus di kesatuan militer.

Namun kekuatan mereka dipastikan akan turun drastis jika tidak meneguk segelas minuman. Rasa dahaga akan muncul dan bisa menimbulkan dehidrasi. Dalam kondisi seperti ini, orang akan mengalami halusinasi dan kerap digambarkan melihat fatamorgana.

Dan saat berpuasa sehari penuh, dipastikan membuat kandungan air akan berkurang. Apalagi saat puasa dilakukan pada musim kemarau seperti tahun ini. Rasa dahaga luar biasa kerap menyerang. Hingga rasa kantuk, lemas dan letih sulit dihindari.

Mengatasinya adalah minum segelas air saat berbuka puasa. Tapi ada 3 jenis minuman yang sebaiknya dihindari terutama saat menjelang sahur.

Apa saja minuman tersebut?

  1. Kopi

Kopi secara alami sudah mengandung kafein. Bagi pecinta kopi, kadar kafein ini yang sangat mereka cari tiap kali meneguk minuman berwarna hitam ini. Sayangnya, kafein justru membawa pengaruh kurang baik bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Kafein akan mendorong mekanisme tubuh dan berujung pada dorongan buang air kecil. Jika kandungan kafein tinggi, maka intensitas buang air kecil akan bertambah tinggi. Tentu saja hal ini akan membuat orang kehilangan kadar air dalam tubuh.

  1. Teh Pekat

Sama halnya dengan kopi, teh juga ada kandungan kafein meski jauh lebih kecil. Namun jika teh dibuat lebih pekat lagi, dipastikan kandungan kafein akan meningkat. Minuman ini juga harus dihindari.

  1. Soda

Minuman jenis ini kaya akan kandungan kalori dan sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Kalori dalam tubuh nantinya akan diubah menjadi glukosa atau gula. Jika berlebihan, akan membuat pertumbuhan janin lebih besar lagi atau kegemukan.

“Sangat tidak kita sarankan, terutama ibu hamil,” ujar Ahli Gizi RSUD Majenang, Wulan Sarijatun SGz.

Menurutnya, berkaca pada rekomendasi WHO dan Kementerian Kesehatan, kebutuhan air selama puasa antara 8 sampai 10 gelas. Pembagiannya adalah 2 menjelang sahur, sisanya antara waktu berbuka puasa dan malam hari.

“Bagi ibu hamil, konsumsi air minum ini bisa ditambah susu,” katanya.

Selain dari air minum, buah juga bisa dipakai untuk menghindari dehidrasi. Buah yang disarankan tentu yang mengandung banyak air seperti semangka, melon dan tomat. Konsumsi buah saat berbuka puasa disarankan dalam bentuk jus tanpa ada tambahan.

“Sebaliknya, saat sahur disarankan buah dalam bentuk utuh,” tandasnya. (*)

  • Bagikan