CILACAP – Ancaman dan potensi hujan ekstrem terus mengintip warga Cilacap. Hingga potensi banjir dan longsor bisa saja terjadi, terutama di lokasi yang rawan.
BMKG sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dini yang menyebut adanya ancaman hujan deras dan bisa berlangsung selama beberapa hari. Terbukti, banjir dan longsor menerjang 6 rumah warga di Desa Pamulihan Kecamatan Karangpucung.
Lalu ada kejadian longsor di Desa Karangsari Kecamatan Cimanggu. Sejumlah ruas jalan putus akibat longsor. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dari kedua kejadian bencana tersebut.
Adanya ancaman hujan ektrem ini, membuat BPBD Cilacap memberikan peringatan keras kepada warga yang tinggal di lokasi rawan. Peringatan ini berupa perintah agar warga di daerah rawan untuk segera mengungsi. Terutama jika hujan deras dan berlangsung lama.
“Curah hujan di Cilacap termasuk intensitas tinggi. Warga yang ada di daerah rawan bencana, untuk tetap waspada dan berhati-hati,” ujar Kepala BPBD Cilacap, Taryo.
“JIka hujan lebat dan terasa tidak aman, secepatnya bisa segera mengungsi,” katanya lagi.
Taryo menyebut, ancaman hujan ekstrem di Cilacap akan berlangsung lama. Setidaknya sampai akhir Februari ini. Atau paling lambat hingga awal Maret mendatang.
Menurutnya, ancaman ini harus menjadi perhatian semua pihak terutama petugas BPBD dan perangakat desa. Dia berharap semua pihak bisa memperhatikan kondisi cuaca dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif maupun tindakan darurat.
“Hujan ekstrem di Cilacap bisa berlangsung sampai akhir Februari atau awal Maret nanti,” tegasnya. (*)






