CILACAP – Perbaikan jalan penghubung Desa Ciruyung dan Sidamulya Kecamatan Karangpucung, Cilacap yang putus, terganggu oleh hujan. Hujan ini selalu mengakibatkan tanah longsor dan menimpa jalan yang tengah dalam proses pembuatan oleh petugas BPBD Cilacap.
Ruas jalan ini putus pada 12 Oktober 2022 akibat hujan deras. Akibatnya, jalan ini putus karena tertimpa tanah longsor hingga lumpuh total.
Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Cilacap menerjunkan 1 unit alat berat untuk membersihkan material longsor. Hanya saja, operator alat berat mengalami kesulitan karena terkendala hujan yang ganggu perbaikan jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, penangganan di sana sudah memasuki pekan pertama. Dan hujan menjadi faktor alam yang ganggu perbaikan jalan putus tersebut.
“Hujan membuat ada longsor susulan,” kata dia.
Dia menambahkan, faktor penyebab longsor susulan ini perlu diselidiki sebagai langkah antisipasi. Termasuk melakukan mitigasi longsor di lokasi tersebut. Hasilnya bisa menjadi rekomendasi tekhnis dan menjadi usulan kepada bupati agar bisa masuk dalam skala prioritas OPD terkait.
“Misalnya, perlu pembangunan talud penahan,” kata dia.
Jalan Ciruyung Sidamulya semula lumpuh total. Dan Sabtu (22/10/2022) ruas ini mulai dapat dilalui kendaraan roda 2. Namun hujan kembali ganggu perbaikan jalan itu karena ada longsor longsor susulan. Hujan ini terjadi sejak Sabtu siang hingga malam hari. Sepekan setelah bencana, perbaikan jalan ini sudah mencapai 60 persen.
Kepala UPT Perawatan Jalan Wilayah Majenang, Ahmad Ghozali menambahkan, hujan deras pada 7 dan 8 Oktober lalu sudah membawa kerusakan pada 5 titik jalan di 2 kecamatan. 4 ruas ada di Kecamatan Karangpucung, termasuk jalan cor beton yang amblas. Sisanya ada di Kecamatan Dayeuhluhur.
“Total ada 5 titik yang rusak,” katanya.(*)






