Hujan Masih Terjadi di Awal Kemarau. Ini Penjelasan BMKG

  • Bagikan
Mendung hingga hujan deras awal kemarau terjadi karena pengaruh gelombang atmosfer Rossby Equatorial dan Kelvin. Hujan deras sudah mengakibatkan tanah longsor di Cilacap, 1 Juni 2021. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Hujan masih kerap mengguyur di Kabupaten Cilacap sejak Mei hingga awal Juni 2021. Bahkan pada Selasa (1/6/2021), hujan deras menguyur di sebagian wilayah. Sebut saja wilayah barat dan utara Kabupaten Cilacap hingga mengakibatkan tanah longsor.

Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja dan mengakibatkan kerusakan jalan umum. Termasuk jalan milik Pemerintah Kabupaten Cilacap yang menghubungkan Kecamatan Wanareja dengan Dayeuhluhur.

Tanah longsor ini terjadi di 3 lokasi dan mengakibatkan 1 rumah warga Desa Tambaksari terancam. Pemilik rumah terpaksa mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan dan menimpa rumah mereka.

Di hari yang sama, hujan deras juga mengakibatkan 1 rumah ambruk dan terjadi di Desa Salebu Kecamatan Majenang.

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah ini disebabkan oleh adanya fenomena alam berupa gelombang atmosfer Rossby Equatorial dan Kelvin. Gelombang ini tengah melewati wilayah Indonesia dan mengakibatkan kondisi atmosfer menjadi sangat labil alias gampang berubah di wilayah Jawa Tengah secara umumnya.

Gelombang ini kemudian membuat pertumbuhan awan menjadi lebih tinggi. Kumpulan awan ini lalu terdorong berubah menjadi kumpulan air dan menciptakan awan hitam alias mendung tebal.

“Gelombang atmosfer Rossby Equatorial dan Kelvin ini membuat potensi pembentukan awan penyebab hujan menjadi lebih besar,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Cilacap, Rendy Kurniawan.

Faktor lain, katanya adalah tingginya kelembaban udara di atmosfer. Mulai dari lapisan permukaan hingga lapisan atas yang kemudian menyebabkan suplay uap air untuk pembentukan awan hujan cukup tinggi di beberapa wilayah.

“Untuk saat ini suhu udara minimum di Wilayah Kabupaten Cilacap sekitar 24°C. Dan suhu udara maksimum sekitar 32°C,” tegasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, hujan deras telah menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Wanareja. Selain itu, hujan ini juga membuat atap rumah warga Desa Salebu Kecamatan Majenang, ambruk hingga mengalami kerusakan hebat pada 1 Juni 2021.

Dia memastikan, hujan ini tidak menimbulkan bencana di lokasi lain.

“Tidak ada kejadian di lokasi lain karena hujan deras,” katanya. (*)

  • Bagikan