religi  

Idul Adha Versi Muhammadiyah Sudah Jelas. Catat Tanggalnya

ilustrasi

YOGYAKARTA – Masyarakat sudah mengetahui tentang tanggal dan waktu Hari Raya Idul Adha versi Muhammadiyah. Ini setelah PP Muhammadiyah memutuskan tentang Idul Adha.

Muhammadiyah juga sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha dengan merujuk pada Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1 Tahun 2025. Isinya tentang penetapan awal puasa bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Juga menetapkan akhir bulan Zulkaidah dan awal bulan Dzulhijah, Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha.

Dalam maklumat tersebut, PP Muhammadiyah melakukan penghitungan berdasarkan ijtima jelang Zulkaidah yang jatuh pada Selasa 27 Mei 2025. Di hari itu, tinggi bulan saat matahari terbenam di Yogyakarta, sudah mencapai lebih dari 1 derajat 27 menit. Hal ini membuat hilal sudah wujud.

Hingga Muhammadiyah menyebut, awal Dzulhijah jatuh pada 28 Mei 2025. Untuk Hari Arafah atau ibadah wukuf bagi para jemaah haji, jatuh pada 5 Juni 2025. Dengan demikian, Idul Adha versi Muhammadiyah adalah bertepatan dengan 6 Juni 2025 di hari Jumat.

“Idul Adha pada Jumat Wage 10 Dzulhijah atau 6 Juni 2025,” demikian bunyi Maklumat PP Muhammadiyah yang memperjelas hari raya versi ormas Islam tersebut.

Meski sudah ada penetapan Idul Adha versi Muhammadiyah, pemerintah belum memberikan pengumuman serupa. Pemerintah akan menetapkan Hari Raya Idul Adha melalui Sidang Isbat di Kementerian Agama. Peserta sidang akan membahas hasil pemantauan ketinggian bulan di berbagai daerah.

Namun begitu, sangat mungkin Idul Adha versi Muhammadiyah ini akan berbeda dengan pemerintah. Ini merujuk pada pernyataan Menteri Agama, Nazarudin Ummar yang menyebut pelaksanaan ibadah haji tahun sebagau Haji Akbar. Yakni, ibadah wukuf di Arafah jatuh pada hari Jumat tanggal 6 Juni 2025.

Jika ini benar, maka Idul Adha jatuh pada hari Sabtu, tanggal 7 Juni 2025. Karena sehari setelah ibadah Wukuf, maka jamaah haji akan melaksanakan Sholat Ied di Tanah Suci. Begitu juga dengan umat muslim di negara lain. (*)