AMERIKA – Pelaku usaha Indonesia aktif mempromosikan tempe sebagai superfood dalam pameran Summer Fancy Food Show (SFFS) 2025 di New York. Mereka menggunakan momen ini untuk memperluas ekspor tempe melalui promosi tempe sebagai superfood.
Atase Perdagangan RI, Ranitya Kusumadewi, menyebut tempe cocok untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat di AS. Menurutnya, promosi sebagai superfood mendukung tren pangan nabati dan hidup sehat.
Rumah Tempe Azaki memperkenalkan tempe beku dan siap makan dalam berbagai varian. Mereka menyiapkan produk ekspor dengan standar internasional melalui promosi tempe sebagai superfood.
Ranitya menyatakan keikutsertaan Indonesia di SFFS 2025 sebagai langkah penting untuk memperluas pasar. Ia mendorong pelaku usaha untuk aktif dalam promosi superfood dan membangun jaringan.
Para analis memproyeksikan pasar makanan sehat di AS akan mencapai USD 470 miliar pada 2030.
Oleh karena itu, pertumbuhan pasar ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menggiatkan promosi tempe sebagai superfood di pasar Amerika.
Pelaku ekspor Indonesia meningkatkan penjualan tempe ke AS dari USD 1,7 juta pada 2021 menjadi USD 2,2 juta pada 2024. Dengan demikian, data tersebut memperkuat promosi sebagai superfood dan memperkuat posisi Indonesia di pasar protein nabati dunia.
Direktur PT Azaki Food, Cucup Ruhiyat, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan SFFS 2025. Ia menegaskan bahwa promsi sebagai superfood membuka peluang kemitraan dagang dan distribusi produk ke pasar AS.
SFFS 2025 melibatkan 2.400 perusahaan dari 50 negara dan menarik lebih dari 29.000 pengunjung industri makanan. Selain itu, Indonesia menggunakan kegiatan ini untuk memperkuat promosi tempe sebagai superfood melalui interaksi langsung dengan pelaku industri global.
Produk Indonesia di Ritel AS Perkuat Promosi Tempe sebagai Superfood
Ranitya secara langsung mengunjungi Pearl River Mart dan menemukan berbagai produk Indonesia telah tersedia di sana. Selanjutnya, ia mendorong pelaku usaha agar memasukkan tempe ke jaringan ritel tersebut untuk memperluas promosi superfood.
Pemerintah Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 7,08 miliar dengan AS pada JanuariāMei 2025. Oleh karena itu, pemerintah memperluas strategi ekspor dan memperkuat promosi tempe sebagai superfood di pasar potensial Amerika Serikat. (*)






