News  

Ini Cara Penularan PMK

ilustrasi

CILACAP – Ada beberapa cara penularan Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK pada hewan ternak. Dari sejumlah cara itu adalah melalui manusia perantara atau vektor.

Manusia bisa menjadi vektor jika masuk ke kandang sapi yang terjangkit PMK. Baju dan perlengkapan mereka bisa menjadi tempat “singgah” virus penyakit tersebut.

Dan saat manusia keluar kandang, maka virus ini akan menyebar ke tempat lain dengan perantara udara. Atau ketika masuk ke kandang lain yang secara otomatis, virus akan mencari sapi di kandang tersebut.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widiyanto mengatakan, manusia yang masuk ke kandang sapi terjangkit PMK harus hati-hati.

“Saat keluar kandang dengan sapi berstatus suspect PMK, maka begitu keluar, baju dan sepatu harus dibersihkan,” kata dia.

Menurutnya, hal ini berlaku bagi petugas penyuluh di Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap dan juga peternak. Jika ini tidak diterapkan, maka akan terjadi penyebaran dan menjadi masalah lagi.

“Kami khawatir penularan lewat manusia dengan keluar masuk kandang. Terutama jika di kandang ada suspect,” katanya.

Untuk itu dia meminta agar petugas pendata, tidak perlu masuk ke kandang yang ada sapi suspect maupun terjangkit. Mereka cukup menemui peternak di rumah.

“Mana kala ada petugas pendataan tidak perlu masuk kandang. Tapi cukup di ruang tamu,” kata dia.

Selain itu, cara penularan PMK juga bisa antar ternak. Karena itulah, ternak yang sudah positif harus berada di kandang terpisah. Demikian juga dengan sapi suspect. Hal ini untuk menghindari penularan dengan cara antar ternak.

“Cara penularan lain adalah antar ternak,” kata dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Awaludin Muuri menambahkan warga juga harus menghindari kandang yang ada sapi suspect. Apalagi jika kandang untuk isolasi sapi terjangkit PMK.

“Warga jangan jadikan kandang terinveksi ini sebagai tempat wisata baru. Karena cara penularan PMK bisa melalui pakaian,” tegasnya.