JAKARTA – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Iran akan terus meluncurkan serangan rudal sebagai bentuk pembalasan atas agresi militer Israel. Dalam konferensi pers di kediaman resminya di Jakarta, Boroujerdi menekankan bahwa Iran berhak membela diri sebagaimana dijamin oleh Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menyebut bahwa Iran secara sengaja mengarahkan rudal ke markas militer dan fasilitas ekonomi Israel.
Boroujerdi mengungkapkan bahwa pada 13 Juni 2025, Israel telah menyerang sejumlah target strategis di Iran. Serangan itu menyasar fasilitas nuklir, sarana transportasi, dan kilang minyak di Teheran. Akibatnya, ratusan warga sipil tewas, termasuk ilmuwan, perempuan, dan anak-anak. Ia menyatakan bahwa Iran tidak bisa membiarkan tindakan semacam itu tanpa balasan.
Ia juga menegaskan bahwa serangan Israel telah mengakhiri relevansi negosiasi nuklir. Menurutnya, Iran tidak dapat melanjutkan dialog diplomatik saat negaranya berada di bawah serangan militer. Dalam pernyataannya, Boroujerdi menolak membandingkan Iran dengan wilayah Gaza. “Iran bukan Gaza. Kami negara kuat yang mampu membela diri dan memberikan balasan,” ucapnya tegas.
Iran mencatat sedikitnya 224 warganya tewas akibat serangan Israel. Sebagai balasan, serangan rudal Iran menewaskan sekitar 24 orang di pihak Israel. Boroujerdi menegaskan bahwa selama Israel melanjutkan agresi, Iran akan tetap merespons dengan kekuatan.






