News  

Jalan di Pinggiran Rusak Parah

Salah satu ruas jalan patah karena tanah bergerak. Kerusakan jalan di daerah pinggiran di Kabupaten Cilacap sudah sangat parah. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Ruas jalan di daerah pinggiran di Kabupaten Cilacap, kondisinya rusak parah. Di beberapa ruas, jalan sudah sulit untuk dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4. Dari titik yang rusak parah itu, sebagian ada di Kecamatan Cimanggu. Ruas ini menjadi penghubung antar desa di sisi utara.

Sebut saja ruas Cilumuh-Negarajati, Cijati-Pesahangan hingga Cijati-Kuta Bima-Cisalak. Demikian juga dengan Cisalak-Karangsari.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap, Edi Purwanto mengakui kondisi jalan di sana rusak parah. Terutama jalan yang berada di daerah pegunungan di wilayah barat Kabupaten Cilacap.

“Banyak yang rusak,” kata dia.

Dia lalu merujuk ruas yang ada di Kecamatan Cimanggu, Cilacap. Menurutnya, kerusakan di sana memang mendesak untuk diperbaiki karena menghubungkan banyak desa. Termasuk menjadi ruas penghubung Desa Kuta Bima yang sempat terkena tanah longsor dahsyat dengan dunia luar.

“Lihat saja jalan dari bawah sampai atas. Ini rusak semua,” katanya.

Kepala UPT Perawatan Jalan Wilayah Majenang di Dinas PUPR Kabupaten Cilacap, Indra Krisdianto mengatakan, kerusakan jalan di wilayah kerjanya karena faktor alam. Tepatnya karena kontur tanah yang mudah bergerak hingga jalan mudah rusak.

“Faktornya karena tanah mudah bergerak,” kata dia.

Menurutnya, jenis tanah bergerak ini bisa beragam. Mulai dari jenis sliding, longsor, patah atau lainnya.

Kondisi seperti ini, kata dia berada di hampir semua wilayah barat Kabupaten Cilacap. Sebut saja Kecamatan Karangpucung, Cimanggu, sampai Dayeuhluhur yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat.

“Ini terjadi di semua kecamatan,” kata dia.

Indra mencontohkan kasus tanah longsor di Kecamatan Cimanggu pada Mei 2022. Demikian juga dengan tanah bergerak di wilayah lain.

“Kasus-kasus seperti ini sangat dominan,” tegasnya. (*)