News  

KAI Wajibkan Screening Penumpang yang Belum Booster

KAI wajibkan penumpang kereta jarak jauh sudah vaksin booster. Jika belum, mereka harus mengikuti screening dengan menjalani rapid tes antigen dan hasilnya harus negatif. (doc)

PURWOKERTO – PT KAI kini wajibkan penumpang yang belum booster untuk melakukan screening. Khususnya untuk mereka yang akan menggunakan KA jarak jauh. Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 17 Juli 2022.

Penumpang wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR. Atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku pada saat boarding.

Aturan tersebut mengacu pada SE Kementerian Perhubungan Nomor 72 Tahun 2022 yang keluar per 8 Juli 2022. SE ini tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19.

VP Public Relations KAI, VP Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat mengatakan, KAI mendukung seluruh kebijakan tersebut. Hingga KAI membuat regulasi dengan wajibkan screening penumpang yang belum booster.

“Kebijakan ini diharapkan dapat menekan kembali penyebaran Covid-19 di masyarakat,” kata Daniel.

Dia memastikan, KAI akan bertindak tegas terhadap penumpang yang belum memenuhi persyaratan. Tindakan ini dengan menolak penumpang tersebut.

“Kami akan menolak pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan. Kami persilahkan mereka untuk membatalkan tiketnya keberangkatan,” tegas Daniel.

Namun, KAI memberikan kesempatan agar penumpang bisa melakukan Rapid Test Antigen di berbagai stasiun. Untuk di Daop 5 Purwokerto hanya tersedia layanan RT Antigen di Stasiun Purwokerto di pintu keluar stasiun sisi barat.

KAI kini telah mengintegrasikan ticketing system dengan aplikasi Peduli Lindungi. Ini jelas untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. Hasilnya data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

Dalam SE tersebut mengatur larangan lainnya. Seperti larangan bagi penumpang juga tidak boleh saling berbicara satu sama lain selama perjalanan. Juga suhu tubuh harus terpantau pada 37 derajat C. (*)