News  

Kakek Tua Tertabrak Kereta Lodaya

Kakek tua dari Kecamatan Bantarsari, Cilacap tertabrak Kereta Lodaya. Korban meninggal dunia dan terpental 10 meter akibat tertabrak kereta Lodaya. (doc)

CILACAP – KP (83), kakek tua dari Desa Bulaksari Kecamatan Bantarsari, Cilacap, meninggal dunia karena tertabrak kereta. Kakek ini tertabrak rangkaian Kereta Api Lodaya jurusan Bandung-Solo.

Kejadian warga tertabrak kereta milik PT KAI, kembali terjadi. Sebelumnya, perjalanan kereta api terlambat gara-gara menabrak kerbau, Rabu (14/12/2022) sekitar pukul 12.30. Lokasinya ada di km 309+6/7petak, atau antara Bumiayu dan Linggapura. Kerbau milik warga ini tertabrak kereta Sawunggalih yang tengah dalam rute perjalanan Pasar Senen menuju Kutoarjo.

Dan peristiwa serupa kembali terjadi di perlintasan kereta api rel KM 357+6/7 Petak Gandrungmangu-Kawunganten, sekitar pukul 11.15. Seorang kakek tua tertabrak kereta api hingga meninggal dunia.

Semula, korban tengah melintas dari arah selatan ke utara melewati rel. Dia nampak kurang memperhatikan keberadaan kereta Lodaya karena mengalami gangguan pendengaran. Melihat ini, masinis membunyikan klakson namun tidak bisa menarik perhatian korban.

Akibatnya, korban tertabrak Kereta Lodaya yang tengah melaju. Korban terpental cukup jauh dan mencapai 10 meter.

Plt Kapolresta Cilacap AKBP Eko Widiantoro mengatakan, Kereta Lodaya tidak mungkin melakukan upaya agar bisa menghindari kejadian nahas tersebut.

“Jarak antara korban dengan kereta sangat dekat hingga terjadi kecelakaan,” katanya melalui Kasi Humas Polresta Cilacap, Iptu Gatot Tri Hartanto.

Dia lalu meminta agar masyarakat bisa lebih berhati-hati saat melintasi rel kereta api. Selain itu, dia juga menghimbau agar masyarakat tidak beraktifitas di sekitar rel kereta karena berbahaya.

“Masyarakat jangan beraktifitas di sepanjang rel kereta,” tegasnya. (*)