Kalah dari Persis Solo, Ini Kata Pelatih PSCS

  • Bagikan
PSCS Cilacap harus mengakui kekalahan 2-0 dari Persis Solo pada pertandingan Liga 2 Grup C, Selasa (26/10/2021). (doc)

CILACAP – Kalah dari Persis Solo, bukan menjadi keinginan pelatih dan para pemain PSCS Cilacap. Tim besutan Frans Sinatra ini kalah 2 gol tanpa balas.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mahanan Solo, Selasa (26/10/2021), berjalan kurang mulus bagi kubu PSCS. Justru Persis Solo mampu mengejutkan pemain PSCS Cilacap melalui gol cepat Miftahul Handi. Dia mampu memaksimalkan tendangan bebas yang mengarah ke tiang jauh dengan menanduk bola.

Usai gol cepat, Persis Solo terus menekan dan tidak memberi ruang pemain PSCS berkembang. PSCS baru mulai memberikan perlawanan memasuki 5 menit terakhir babak pertama. Sayang, upaya para pemain Hiu Selatan belum membuahkan hasil.

Babak kedua, PSCS mencoba mengambil inisiatif serangan dengan langsung menekan pertahanan Persis Solo. Namun serangan ini sering tidak menemui sasaran karena terbentur rapatnya barisan pertahanan Persis Solo.

Justru Persis Solo yang mampu menggandakan keunggulan dengan menciptakan gol ke dua pada menit 66 melalui sontekan Abdu Lestaluhu. Dia berhasil lepas dari kawalan pemain PSCS dan meneruskan umpang hingga memaksa Ali Budi Raharjo memungut bola dari jalan gawangnya.

Persis Solo nyaris mampu menambah gol pada menit 80. Sayang, kemelut di depan gawang PSCS gagal berbuah gol karena ketidak tenangan para pemain depan.

Usai pertandingan, Frans Sinatra mengakui kalau anak asuhannya jauh dari Dewi Fortuna. Hingga mereka harus mengakui kalah dari Persis Solo.

“Hasil pertandingan kita malam ini kurang beruntung dan alami kekalahan,” ujarnya kepada awak media.

Dia mengakui anak asuhnya banyak melakukan kesalahan baik individu maupun secara tim. Hingga tim berjuluk Hiu Selatan tersebut sering kalah dalam perebutan bola di lapangan tengah.

Dia berharap agar kekalahan ini menjadi pelajaran bagi seluruh tim. Dengan demikian bisa memperbaiki penampilan di putaran ke dua nanti.

“Di pertandingan berikutnya bisa perbaiki dan bangkit lagi. Anak-anak bisa pelajari kesalahan yang kita bikin,” tegasnya. (*)

  • Bagikan