Kapal Latih TNI AL Sandar di Cilacap

  • Bagikan
KRI Bima Suci, kapal latih AAL tengah sandar di Cilacap dalam perjalanan keliling nusantara untuk melatih para taruna dan taruni AAL. Kapal ini akan sandar sampai Senin (25/10/2021). (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Kapal latih milik TNI AL, KRI Bima Suci sejak Kamis (21/10/2021) sandar di dermaga VI Pelindo III Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Kapal ini akan sandar sampai dengan Senin (25/10/2021).

Pelayaran KRI Bima Suci ini menjadi sarana latihan ke-astronomi-an bagi para taruna dan taruni TNI AL. Kedatangannya di Cilacap merupakan rangkaian pelayaran dalam rangka Latihan Praktek Pelayaran Kartika JUala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

Sekretaris Lembaga Akademi Angkatan Laut, Laksamana TNI Syamsul Rizal mengatakan, Pelabuhan Cilacap menjadi rute alternatif dalam pelayaran tersebut.

“Sebenarnya kita mau ke Australias. Tapi karena kemarin tinggi-tingginya (kasus) Covid19, beberapa negara keberatan menerima tamu luar. Hingga kita pilih rute Indonesia saja,” kata Syamsul.

Dia menjelaskan, KRI Bima Suci dengan nomor lambung 945 membawa 89 personel. Mereka terdiri ABK, Perwira, Bintara,Tamtama, Satlat AAL, Taruna dan Taruni AAL. Bertindak sebagai Komandan KRI Bima Suci adalah Letkol Laut Waluyo.

Selama pelayaran, seluruh taruna dan taruni berlatih untuk melihat posisi kapal dengan memperhatikan posisi bintang, bulan dan matahari serta benda langit lainnya.

“Mereka di sini melatih pelayaran astronomi, untuk mencari posisi kapal dengan menggunakan referensi kebintangan,” kata dia.

Praktik ini mulai 26 Juli 2021 dengan lepas dari Pelabuhan Surabaya dan berakhir pada 2 November 2021. Artinya, para taruna ini akan berlayar sekaligus berlatih selama 99 hari. Cilacap menjadi etape ke 11 dan dari sana, KRI Bima Suci akan berlayar menuju Denpasar dan kembali ke Surabaya.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji berharap kedatangan KRI Bima Suci ini akan memberikan dorongan semangat bagi anak muda setempat untuk lebih mencintai laut. Ini karena laut memiliki sumber daya alam yang tidak pernah habis dan butuh pengamanan.

“Saya ingin mengajak anak muda kita harus bisa mencintai maritim dan TNI AL,” katanya.

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut Waluyo, menjelaskan, latihan kemaritiman agar taruna bisa memamahi prinsip dasar pelayaran. Hingga mereka bisa mengatasi masalah pada piranti navigasi dan peralatan elektronik lainnya saat mengalami kerusakan.

“Ketika media elektronik, media IT kita sudah di-jamming atau rusak, masih ada wahana yang membantu menuju tempat yang kita tuju,” kata dia.

Dia menambahkan, kapal latih ini menempuh 13 etape. Kapal dengan panjang 111,2 meter dan lebar 13,6 meter, serta 3 tiang dengan tinggi 52 meter ini singgah di beberapa pelabuhan. Lepas Surabaya, Bima Suci singgah di Labuhan Bajo dan lainnya. Termasuk Papua New Guinea, Sebatik, Tarakan, Natuna, Sabang, Nias dan Cilacap.

“Ada 13 etape. Ini yang ke 11,” tegasnya. (*)

  • Bagikan